Meraba Tubuh MAMA, Sewaktu dia tidur
Nama
saya David, umur saya 14 tahun dan saya tinggal hanya berdua dengan
Mama yang berumur 30 tahun. Sewaktu masih pacaran secara tidak sengaja
Papaku menghamili Mamaku, dan mereka memutuskan untuk menikah secepatnya
(MBA). Dari yang Mama ceritakan kepadaku, Papaku adalah seorang yang
sangat penuh kasih sayang dan membanggakan tetapi Papaku telah meninggal
dunia disaat saya masih bayi dan menjadikan Mamaku sebagai orang tua
tunggal untuk ku. Mamaku melakukan pekerjaan yang baik jika memang
menurut dia baik, tetapi pekerjaannya sebagai guru SD tidak bisa cukup
untuk memenuhi kebutuhan kami berdua. Tapi kami berdua dibuat sangat
kuat karena keadaan tersebut, kami membeli satu kamar tidur di sebuah
peternakan seseorang yang letaknya diluar kota, kamar tidur tersebut
memang kecil, tapi setelah kami pikir kamr tersebut terasa nyaman.
Segala kebutuhanku mengenai materi dan harta yang tidak bisa dipenuhi
oleh Mamaku, dia sampaikan kepadaku dengan penuh kasih sayang, sehingga
membuatku mengerti. Dia tidak pernah keluar malam, ke pesta, diskotik
(clubbing), semenjak saya lahir, karena dia tidak mau meninggalkan saya
seorang diri dirumah.
Sama seperti
bagian dalamnya, bagian luar Mamaku pun terlihat sangat baik, ramah,
sopan dan cantik. Meskipun Mamaku mempunyai kepribadian seperti seorang
Biarawati, dia juga terlihat sebagai,”BINTANG FILM PORNO”! Lebih
tepatnya Mamaku sangatlah Cantik dan menawan. Dia adalah wanita yang
sungguh – sungguh menjadi impian seorang anak laki – laki untuk mimpi
basah. Mamaku mempunya tinggi badan 167 cm dengan berat badan yang
sangat proporsional, bisa dibayangkan pasti sangat sexy. Dia sangat
bahenol dengan rambutnya yang pirang panjang tergerai sangat natural,
dengan warna kulit yang sempurna sedikit putih kecoklatan, tampak wajah
yang sangat menarik, dengan bola mata besar berwarna biru yang sangat
terlihat ke Ibu-an, leher yang jenjang dan ramping, dan disempurnakan
dengan ukuran buah dadanya 36DD, dan juga perut yang sangat langsing
ditambah kaki panjangnya yang sangat sexy. Tetapi yang sangat
menggemaskan adalah pantatnya yang sangat sexy. Penampilan sexy-nya akan
membuat anda mengira Mamaku adalah wanita Latin 100%. Pantatnya besar,
tetapi sangat padat, anda bisa membayangkannya jika anda melihatnya
langsung, dan membayangkan meremasnya dengan sangat lembut, itupun jika
anda tahan untuk meremasnya dengan pelan. Untuk merawatkecantikan
tubuhnya, Mamaku adalah wanita yang suka fitnes, senam aerobic. Setiap
hari setelah jam kerja dia joging ke tempat fitnes sejauh 2 km, dan
sesampainya disana dia selalu terus me-maintain kecantikan tubuhnya,
dari paha, pantat, perut dan lengan agar terlihat tetap sexy. Kegiatan
berlatih fitnes inilah yang membuat tubuh Mamaku terlihat tanpa ada
cela,atau bisa dikatakan sempurna disetiap kondisi.
Sesuatu
yang kami tunggu – tunggu yang dari pekerjaan Mamaku sebagai Seorang
Guru adalah liburan musim panas, dan kami selalu menghabiskan liburan
musim panas bersama. Meskipun sudah lama saya mengetahui Mama saya
adalah wanita yang cantik, tetapi baru liburan musim panas kali ini saya
mempunyai perasaan ketertarikan sexual terhadap Mamaku sendiri. Mungkin
karena diriku selalu bertemu dengan Mama dirumah setiap hari, atau
mungkin saja saya baru menginjak umur pubertas seorang Remaja Laki –
laki. Lain kata, Nafsu saya untuk berhubungan sex dengan Mama sangat
besar, dan didukung dengan liburan musim panas yang sangat Panjang.
Suatu
hari disaat Mama pergi ke tempat fitnes, aku membuat rencana agar bisa
lebih dekat dengan Mama. Sepeti yang saya katakan sebelumnya, kami hanya
mempunyai satu kamar tidur, tetapi Mama membeli dua buah tempat tidur
yang berukuran sedang, agar kami bisa tidur bersama dengan lega tetapi
berbeda tempat tidur. Dengan suatu rencana, aku masuk ke dalam kamar dan
mematahkan satu tempat tidur dengan meloncat diatasnya, dan sekarang
aku bisa tidur satu ranjang dengan Mama. Lalu Mama pulang dalam keadaan
capek seperti biasa dia pulang dari tempat fitness.
Lalu
aku langsung bilang,” Mam, aku tidak sengaja merusak tempat tidur
ku”.Mama : “ Gimana caranya, koq bisa kamu patahkan, Sayang”?Aku : ” Aku
tidak tahu Mam, ketika aku berbaring dan tiba – tiba Krakk.., tempat
tidur itu patah”.Mama : ” Ooo gitu, yasudah tidak apa – apa, mungkin
karena sudah tua juga Tempat tidurnya”.Mama : “ Tapi kamu gak apa – apa
kan Sayang, ada yang sakit”?Aku : “ Aku sehat – sehat aja Mam, gak ada
yang sakit koq.”Mama : “ Syukurlah kalau begitu, tetapi kita belum ada
uang untuk menggantikan dengan tempat tidur yang baru, berarti untuk
sementara waktu kita harus tidur bersama di satu tempat tidur”. Mama
mengatakan hal tersebut, dengan sedikit malu dengan rona merah di
pipinya.Aku : “ Gak apa – apa Mam, kita bisa mempergunakan uang tersebut
untuk hal yang lebih penting.”Mama : “ Terima kasih Davie Sayang, utuk
pengertian mu”. Mama terlihat senang.Aku : “ gpp Mam, sepertinya Mama
terlihat sangat Letih, Mau dipijitin”?Mama : “ Wow, itu ide yang
cemerlang, sayang, Tunggu ya Mama mandi dulu, mama gak mau kamu jadi
kena keringat Mama “.
saya masuk
ke kamar, dan menyalakan TV selama menunggu Mama Mandi. Saya menyalakan
TV dengan suatu alasan, agar saya bisa menonton TV sewaktu saya
melakukan Pijatan kepada Mama, dan sewaktu Mama Tidur saat dipijat.
Sambil menunggu Mama Selesai Mandi saya membayangkan, hal – hal yang
sangat merangsang pikiran saya, dan akhirnya Penis saya menjadi keras.
Setelah menunggu beberapa saat, Mama keluar dari kamar mandi dengan
hanya menggunakan Kimono. Dan Dia terlihat sangat Menakjubkan.
Aku
: “ Langsung berbaring aja Mam di tempat tidur, selanjutnya biar aku
yang urus”.Mama : “ Oh, sayang kamu Manis sekali sih mau ngelakuin ini
ke Mama, mijitin Mama gini, Terima kasih lho Sayang”. Dia mengatakan hal
itu sambil membaringkan tubuhnya, dengan tengkurap di atas Ranjang.Aku :
“ gpp Mam, cuman itu koq yang bisa aku lakukan buat Mama”.
Aku
langsung berada diatasnya dan mulai memasukan tangan kedalam kimononya
melalui pundaknya. Dan Seperti yang saya harapkan,”Dia sudah tidak
mengenaka Bra”!! Dan itu menandakan Mama sudah sepenuhnya telanjang, di
balik kimononya!! Aku mulai menurunkan secara perlahan – lahan kimononya
dari pundaknya dan mulai memijit Pundak serta Punggungungnya.” Bisa
dikatakan, membelai ya, atau mengosok punggungnya secara halus”.
Mama : “ Oooh…itu enak sekali sayang”, desah Mama kepadaku.
Sampai
setelah beberapa menit kuturunan tangan-ku dengan memasukan nya lebih
dalam kebawah ke Pinggangnya dan mulai memijat pinggang belakangnya yang
sangat ramping. Kimononya sudah ku buka perlahan – lahan kuturunkan
sambil aku memijit punggung bawah di bagian pinggang belakang. Dari
belakangnya aku bisa melihat dua buah dada payudara mamaku dari samping
yang tergencet tempat tidur, karena dia tidur tengkurap. Payudara Mama
terlihat sangat padat dan sangat montok, dan aku sangat ingin sekali
meremasnya. Lalu aku mulai memijat bagian samping perut Mamaku dan mulai
menyelipkan tangan ku ke perut depan dan mulai meminyakinya, selagi dia
masih dalam keadaan tengkurap, karena memang Nafsuku yang sudah sangat
tak tertahankan, maka aku mulai mengelus dan sudah bukan memijat. Aku
susuri pinggangnya lalu ketulang rusuknya sampai akhirnya aku dapat
merasakan buah dadanya dari samping, dan pada saat itu aku belai dan
sedikit aku tekan, “Uuuchhh….ini sangat hebat”, dan aku sangat amat
terangsang dan Penisku sudah sangat tegang sekali.
Tiba
– tiba mama berkata,” Terima kasih sayang, cukup untuk hari ini, Mama
mau bersih – bersih lalu berpakaian dan bersiap untuk tidur”, dengan
cepat dia bangun dan meninggalkan ruangan.
Aku : “ Aduh sial, dia udah tidak mau dipijit lagi, kamu terlalu berhasrat David, Sabarlah” Kataku dalam hati.
Mungkin
ternyata Mama tahu niat-ku, yang berusaha merabanya untuk melampiaskan
birahiku kepadanya. Maka dari itu dia langsung bangun dari tempat tidur
dan pergi dari ku. Sedangkan aku sudah tegang dan Penis ku sudah sangat
menegang.
Beberapa menit kemudian
Mama keluar dari kamar mandi dengan memakai T-shirt dan Celana pendek.
Sejak kejadian tadi, aku tertangkap basah ingin merabanya, aku tidak
berani untuk melakukan hal yang tidak Pantas seperti menyentuhnya. Dan
kami naik ke tempat tidur dan mulai untuk tidur dengan membelakangi satu
sama lain. Aku tetap terjaga selama satu jam dan terus terbayang tubuh
Mamaku, dimana setelah semua kejadian tadi aku tidur satu tempat tidur
dengan Dewi dari Khayangan yang sangat cantik dan sexy yang berada di
sebelahku dengan jarak yang sangat dekat tidak sampai satu meter!!
Uuuchhh…Penisku tidak berhenti Berkedut!!! Setelah beberapa jam, dan aku
mengetahui Mama sudah tertidur, aku mulai mengumpulkan keberanian. Aku
memberanikan diri untuk membalikan badanku sehingga sekarang aku
berhadapan dengan punggung Mama. Dengan sangat perlahan – lahan dan
sangat hati – hati aku mulai menggapai Celana pendek Mama dan mulai
menariknya secara perlahan kebawah sedikit demi sedikit, agar Mama tidak
terbangun dari tidurnya.
“Sialan”,
Dia memakai Celana dalam, aku berpikir Mama tidak memakai celana dalam,
atau karena mau tidur aku berharap dia memakai celana dalam yang
longgar, kecil dan tipis ternyata dia memakai celana dalam yang
menurutku cukup ketat dan sangat tertutup. Aku mencoba menurunkan celana
dalam itu pelan dan perlahan, tapi sangat susah dan tehalang dan
terganjal Pantatnya yang cukup besar. Tapi aku tidak kehabisan akal, aku
melakukan upaya lain dengan cara menarik agak keras tapi sangat
perlahan dan dengan sedikit goyangan yang lembut, agar si Mama tidak
terbangun dari tidurnya. Denga keadaan celana dan celana dalam Mama yang
sudah ku turunkan sedikit dan terlihat Pantatnya yang sangat montok,
padat, dan berisi, dengan sangat lega aku melihat kearah Mama dan
berpikir dia masih tetap tertidur sangat lelap. Dengan sangat hati –
hati dan dengan memperhatikan kelembutan, aku colek salah satu dari
sepasang pantat Mama yang sangat sexy itu dengan jariku untuk mengetahui
Mama terbangun atau tidak. Aku melakukan colekan ini beberapa kali
dalam beberapa menit, sebelum aku memulai untuk meremas – remas dan
meraba kedua Pantat Mamaku yang Montok, padat berisi dan sangat sexy
itu. Penisku sudah sangat keras, dan rasanya ingin memberontak keluar
dari Celana. Akibat remasan – remasan dan rabaan tersebut, aku merasakan
bahwa Penisku mulai membujuku untuk melakukan remasan tersebut lebih
keras lagi dan lagi dan lagi. Karena remasan ku yang terlalu keras dan
terlalu bernafsu, Mamapun mengerang, “Hmmmm……”, aku kaget setengah mati
dan aku melihat tangan Mama mulai bergerak. Aku berhenti melakukan
remasan, tetapi aku tidak memindahkan tangan ku dari Pantat mama, karena
aku berpikir jika aku pindahkan maka dia akan benar – benar terbangun
dan mengetahui bahwa anaknya sedang meraba Pantatnya, dan mungkin mama
akan berpikir bahwa celananya turun secara tidak sengaja akibat gerakan
dari tidurnya. Tapi lebih di kagetkan lagi bahwa ternyata Mamaku,
menarik keatas lagi celana dalamnya dan celananya untuk kembali menutupi
Pantatnya yang bahenol itu dan dia kembali tidur, dengan keadaan
sekarang tanganku berada di dalam celananya dengan posisi memegang
pantatnya. “Uuuccchhh……”, dalam hati aku berbicara dengan degupan
Jantung yang semakin menggema. Dengan kejadian itu, berarti Si Mama
setengah tidur atau tidak sepenuhnya terbangun, dan yang perlu diketahui
dengan keadaan tanganku di dalam celananya sama saja tidak ada yang
menghalangi tanganku untuk meraba Pantatnya. Setelah beberapa saat diam,
aku mulai meraba dan meremas pantatnya dengan sangat lembut walau tidak
terlihat jelas tapi aku merasakan hal yang sangat menakjubkan. Lalu aku
mulai memberanikan diri untuk membelah pantatnya denga jari – jari ku
dan mulai menyusupkan jariku kedalam belahan bongkahan pantatnya dan
jariku menemukan suatu lipatan yang berbentuk seperti
lingkaran,”Hmmm…ini lubang anus Mama”, kataku dalam hati. Dan aku mulai
melakukan gerakan jariku dengan mengosok lubang anusnya dengan lembut,
dan melakukan gerakan memutar jariku di bibir anusnya. Lalu terdengar
suara rintihan mengerang dari mama,” Mmmmm…..sssshhhhh….”, yang menurut
aku itu adalah desahan kenenakan , dengan sangat kaget aku langsung
menarik tanganku keluar dari Celananya dan pura – pura tidur. Dan Mama
benar2 terbangun, dan mengatakan :
Mama : “ David, apakah itu tadi kamu sayang”?
Dengan
penuh ketakutan saya, tetap berpura-pura tidur dan tidak menjawab
pertanyaannya. Saya membayangkan pertanyaannya tadi, bahwa dia
sebenarnya ingin mengatakan,” Sial David kenapa kau hentikan ,
Sebenarnya aku juga Ingin bersetubuh”. Lalu dia kembali Tidur, setelah
melihat aku tidur, dan kali ini kami tidur denga posisi berhadap
hadapan.
Pertanyaan yang keluar
dari Mulut Mama tadi, sangat mengangetkan diriku. Selama hidupku aku
belum pernah sama sekali mendengar Mama berbicara dan melontarkan
pernyataan tentang sex, atau yang berbau sex. Dan pernyataan itu
membuatku benar – benar terangsang. Sampai dengan beberapa saat, dan
setelah saya yakin Mama sudah kembali terlelap tidur, saya mulai beraksi
kembali dengan mulai memasukan tangan saya kedalam t-shirtnya melalui
celah baju dari bagian perut dan langsung mengarah ke bagian Payudaranya
yang juga sangat padat, kencang dan montok, aksi ku kali ini untuk
mengetahui, apakah Mama memakai BH atau tidak. Sekarang aku sudah mulai
berani untuk menggerayanginya, semenjak pernyataan Mama tadi, dan
pernyataan tersebut memmbuatku semakin menggila dan sangat bernafsu
kepadanya. “Ternyata Mama memakai BH-nya”, kataku dalam hati. Lalu aku
mulai menggeser tanganku yang berada di dalam bajunya secara perlahan
kearah Punggung, untuk mencari kancing BH-nya. Aku menemukan kancingnya,
dan aku segera membukanya dengan sangat perlahan,”klik”. Setelah
terbuka aku langsung mengarah kan tanganku ke depan bagian Payudaranya,
walaupun tidak sepenuhnya terbuka, tetapi setidaknya sudah longgar, dan
tanganku bebas untuk meremas payudaranya, aku mulai meremas Payudaranya
yang telanjang dibalik remasan tanganku, secara lembut dan mulai
memainkan salah satu putingnya, Sssshhhh…., Mama memang benar-benar
sangat sexy dan montok, aku merasakan darahku berdesir seperti dalam
kegairahan yang sangat besar. Ternyata Mama mulai menyadari remasan ku
terhadap Payudaranya, dan dia kembali terbangun. Kali ini aku tidak
mempuyai kesempatan untuk memindahkan tangan ku atau menarik keluar
tangan ku dari dalam bajunya, tetapi aku tetap pura-pura tidur dengan
mengorok pelan. Lalu Mama mengatakan :
Mama
: “ Hmmmm….Kasian anaku sayang ini, Pasti dia sedang bermimpi basah
tentang Gadis yang dia suka, lebih baik aku berpura –pura tidur saja,
kalau aku bangunkan, pasti dia malu”.
Lalu
Mama kembali tidur dengan membalikan badannya, memunggungi diriku,
tetapi dengan sangat terkejut, dia tidak memindahkan tanganku dari
Payudaranya, dia tetap membiarkan tanganku di Payudaranya dan membiarkan
tanganku membelai lembut Payudaranya. Dan aku pun melanjutkan remasan –
remasan lembut di Payudaranya. Sampai pada akhirnya, kami tertidur
lelap dan benar – benar mengantuk.
Pagi
harinya ketika aku bangun, Mama sudah tidak ada di sampingku. Aku
bangun beranjak dari tempat tidur, dan menemukan sepucuk surat dari
Mama, yang bertuliskan ; “ David sayang, hari ini Mama pergi ke Sekolah,
untuk mengajar hari terakhir sebelum liburan Musim Panas, setelah itu
Mama akan pergi ke tempat fitnes seperti biasa, di lemari es ada Pizza
untuk sarapan, mama akan kembali kerumah jam 8 malam nanti, Muach –
Mama-“.
Aku mulai mengingat
kejadian semalam, kejadian terindah, terhebat yang pernah aku alami
didalam hidupku. Hal yang terbaik adalah, tidak tahu mengapa aku bisa
menyentuh, meraba bagian tubuh Mama dengan bebas, dan sepertinya Mama
pun tidak menghalangiku untuk melakukan hal itu. Mungkin saja dia
percaya kepadaku, bahwa aku memang sedang bermimpi basah di usiaku yang
sedang puber atau memang sebenarnya Mama pun dari lubuk hatinya juga
menginginkannya. Aku sangat ingin mempraktekan teori-teori ku terhadap
Mama. Dimana saat dia pulang nanti, aku akan menawarkan kepadanya untuk
memijatnya satu badan penuh seluruh badan, dan melihat apa yang akan
terjadi padanya jika dia ku pijat seluruh Badanya, apakah dia akan
terangsang?
Aku menghabiskan siang
itu dengan menonton TV, dan melakukan beberapa pekerjaan, tapi tetap
saja aku berpikir dengan menghayal jika aku berhubungan sex dengan Mama.
Tapi dengan menghayal seperti itu, aku tetap tidak mau beronani, aku
mau mayimpan sperma ku, berjaga – jaga, siapa tahu Mama yang natinya
akan sangat terangsang dengan pijitanku, mau berhubungan Sex denganku.
Waktu berjalan terasa sangat lambat hari itu, dan membuatku teramat
sangat menderita menahan nafsu terhadap Mamaku. Aku maenghitung mundur
waktu, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik sebelum Mama
sampai kerumah. Akhirnya Pintu rumah terbuka dari luar pada jam 8.30
Malam, dan ternyata itu Mama. Akhirnya datang juga.
Mama
: “ Malam Sayang, maaf agak terlambat pulang, tadi aku mampir ke
sebentar ke Toko”.Aku : “ Hai Mam,Oooh ok tidak apa – apa Mam….Mmmm
..sepertinya Mama mengalami hari yang sangat panjang, dan Mama terlihat
sangat letih mau aku pijitin lagi Mam”?
Langsung
saja aku katakana kata – kata ini untuk merealisasikan teori – teori
ku, dan juga aku katakan hal ini, sebelum kata – kata ini terdengar
sebagai ungkapan yang putus asa.
Mama
: “ Uuummm…..Ok sayang”. Nandanya terdengar lebih berhati – hari dari
nada suaranya kemarin, ketika aku tawarkan dia untuk memijitnya.
Mendengar
nada bicaranya yang lebih berhati – hati , aku mencoba untuk tetap
tenang dan santai saja dengan tidak menunjukan kegairahan terhadapnya,
lalu aku langsung membalas kata persetujuannya untuk dipijat.
Aku
: “ Mam, nanti dipijatnya gak usah pakai apa – apa ya, telanjang aja,
Mama Lepas semua pakaian Mama di Kamar Mandi terus Mama masuk sini
langsung telanjang aja, jadi aku bisa dengan mudah Mijitin seluruh badan
Mama”.
Mama : “ David, itu sangat
tidak Pantas, Masa Mama harus Telanjang di depan kamu”. Mamaku
menyahutku dengan nada yang agak keras.
Mama
: “ Mama jadi aneh sama kamu, dan Mama mulai berpikir, kenapa kamu
sepertinya senang dan tertarik sekali untuk hal Pijit memijit??
Sudahlah, gak usah Pijit Mama, tidak dipijit pun Mama akan Baik-baik
saja.” Dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Aku
: “ Jangan, Jangan Mam Ayo dong Pliss…, biarkan aku memijat Mama.” Aku
mengatakan itu kepada Mama dengan penuh harapan dan keputus asaan, serta
merayunya.
Aku : “ Maaf Ma, aku
pikir dengan keadaan Telanjang, Mama akan merasa lebih nyaman untuk
dipijat, Yasudah Mam, Mama pakai saja pakaian yang Mama suka, tapi aku
merasa harus tetap memijit Mama, karena Mama telah berbuat banyak
kepadaku dengan penuh kasih sayang, aku merasa berhutang kepada Mama”.
Rayuan ku kepada Mama.
Mama : “ Iya sayang, iya….Mama Mandi dulu ya, sehabis itu baru kamu pijitin Mama…Hmmpfff…Manja sekali kamu David”.
Setelah
mendengar rayuanku, akhirnya Mama melunak dan kembali tersenyum kepada,
aku berpikir, Bahwa rayuanku berhasil. Setelah Menunggu selama 15
Menit, akhirnya Mama keluar dar kamar mandi dengan menggunakan Kimononya
seperti biasa. Aku ingin sekali menanyakan kepada Mama, apakah dia
memakai pakaian dalam di balik Kimononya, tetapi akhirnya aku tahu hal
yang lebih baik untuk mengetahuinya, Mama pakai pakaian dalam atau
tidak.
Aku : “ Ok Mam,
berbaringlah, aku akan memberikan pijatan yang lama dan nyaman ke badan
Mama, dan aku juga akan memijat dari kaki Mama, karena Mama berlari
cukup jauh aku gak mau Mama mengalami kejang di Kaki”.
Mama
: “ Uummm, Ok…. Tapi kamu Mijatnya tidak boleh lebih dari betis ya,
hanya sebatas sampai bagian bawah Paha aja”. Dengan nada suara yang
cukup tinggi.
Mama mulai berbaring
tengkurap, dan menurunkan kimononya sebatas pinggang. “Sial, ternyata
Mama memakai BH yang sangat ketat dan sangat tertutup”, aku begumam di
dalam hati. Aku mulai memijatnya dari Pundaknya, lalu naik ke leher, dan
turun ke Punggung dan membiarkan Mama mulai merasa sangat nyaman di
pijat dan terasa sangat relax. Sebelum aku mengatakan, sesuatu untuk
bisa mendapatkannya.
Aku : “ Mam, Tali BH-nya menghalangi pijatan di Punggung, kira-kira Mama mau melepaskan kancingnya atau tidak”?
Mama : “ Tentu saja Sayang, buka saja…” Dia mengatakan dengan penuh kenyamanan.
Pijitan
ku sudah benar – benar membuat Mama sangat nyaman dan yang pastinya
karena Mama merasa sangat nyaman, pertahanannya pun jadi hilang sedikit
demi sedikit. Aku melepas kaitan BH-nya dan menyuruh agar Mama sedikit
mengangkat tubuhnya dan bergeser, agar aku bisa melepaskan seluruh
BH-nya, dan bukan hanya melepas kancing/kaitan BH-nya. Setelah berhasil
melepas secara keseluruhan BH, langsung saja aku lemparkan BH-nya ke
lantai. Ternyata karena perbuatanku melepas BH-nya, dia merasa aneh, dan
mengatakan :
Mama : “ Kenapa
dilepas semua David, tadi katanya hanya mau melepas kaitan kancingnya
saja, kenapa sekarang kamu lepas semua”? Dengan nada suara datar.
Aku
: “ Oiya Mam, kenapa aku lepas semua ya…,Uummmm…tapi yasudah lah Mam
ditaro di lantai saja, aku agak susah untuk mengambilnya kembali”.
Mama
tidakmengatakan sepatah kata pun. Aku pikir ini adalah sebuah kata,”Ya”
dari Mama, dan aku tetap melanjutkan pijatanku. Sekarang aku memulai
untuk memijat kakinya an perlahan lahan naik dan semakin keatas. Dengan
cepat aku berpindah sampai akhirnya memijat melewati betisnya,
menggulung kimononya sedikit lebih keatas dan dengan tepat dan cepat
memijat bagian atas kakinya yang terlihat memang sangat sehat dan
menggairahkan. Aku pijat semakin keatas, sambil aku naikan semakin
keatas kimononya dan sekarang aku lepas kimononya dari tubuhnya dan
meletakan kimono itu disebelahnya. Dan sekali lagi Mama tidak mengatakan
apap –apa terdiam membisu. Ternyata Hari ini Mama tidak menggunakan
Celana dalam yang sangat tertutup dan ketat, dia mengenakan Celana dalam
Model Tali tapi tidak terlalu tipis, lebih tepatnya Mama memakai celana
dalam thong warna hitam, dan celana dalam thong itu benar – benar
memperlihatkan bentuk keindahan Pantatnya yang sangat Bulat, padat,
montok, sexy dan terlihat sangat Bahenol. Aku tidak bisa menahan dan
membendung gairah ini, aku memulai memijat, lebih tepatnya meraba secara
keras pantat Mama-ku yang terasa sangat halus di telapak tangan ku
sehalus pipi Bayi. Tiba-tiba ibu berkata :
Mama : “ Jangan…jang..an…Pijat disitu sayang”. Dengan pandangan agak melamun dan dengan nada suara yang datar.
Aku
mendengarkan perkataannya, dan memindahkan tangan ku ke punggungnya
yang ramping dan mulai membelainya. Dengan belaianku Mama mulai
mendengkur dengan dengkuran yang sangat menikmati. Nafsuku sudah mulai
tidak terbendung lagi, aku membuka Kaosku dan terlihatlah tubuhku yang
atletis dan dengan perlahan aku mulai berada diatasnya dengan berlutut
dan dengan tubuh Mama berada di bawahku. Aku mulai mengendus rambut
mama, punggung dan bagian tubuhnya yang sangat bahenol dengan hidungku.
Dan mulai menggerakan bibirku keatas dan kebawah di punggungnya dengan
sedikit hembusan nafas, sambil sedikit mengecup punggungnya dan memberi
sedikit kecupan di leher. Dan dia kembali mendengkur, dan mencoba
bertahan, melawan nafsu yang memang telah menyerangnya. Aku kembali
menciumi punggungnya sampai akhirnya aku mengarah ke bawah dan
mendapatkan pantatnya, ku cium kedua pantatnya dengan lembut satu
persatu yang memang memancing gairah dengan balutan celana dalam
thong-nya. Aku singkapkan celana dalamnya dengan gigiku dan terlihatlah
bongkahan pantat yang sangat menggairahkan, aku mulai meremas Pantatnya
satu persatu dan membuka pantatnya sehingga terlihatlah lubang anus
Mamaku, dan akupun tidak sungkan untuk menjilatnya, kujilat dengan
lidahku mengikuti bibir lubang anus itu, secara melingkar, perlahan dan
sangat lembut. Lalu Mama mulai mengeluarkan desahan, merintih
nikmat…seperti Kemarin malam, waktu aku raba anusnya dengan jariku,
tetapi kli ini erangannya lebih membuatku semakin bernafsu. Saat ini dia
mengetahui, apa yang tidak dia bayangkan sebelumnya Terjadi.
Mama : “ Ssshhhhhh…..aakhhhh….hmpfff….Ooohh Davie sayang…Terusss…sayang”. Mamaku mengerang dengan hebatnya.
Setelah
Mama mengerang dan sangat bernafsu, aku sengaja berpindah dari jilatan
di lubang anusnya dan lanjut mencium lehernya. Dan ternyata Mama
membalikan badannnya yang sebelumnya memunggungi aku, dan aku langsung
menjilat, menciumi lehernya dan langsung mencium bibirnya. Setelah
dengan lembut mencium dan mengecup bibirnya, Mama mulai membuka mulutnya
dan kami berciuman sangat penuh dengan gairah dan nafsu biarahi yang
memang sudah sangat tidak bisa dibendung lagi. Sambil berciuman aku
mulai meraba putting susu payudara Mama, dan membuat Mama semakin
menggila dalam berciuman, aku raba dengan jariku dan memainkan putting
susunya, dan membuat putting susu Mama semakin mengeras. Aku memindahkan
mulutku ke Puting susu Mama sebelah kanan dan mulai menjilatnya
menghisap dengan lembut tapi dengan penuh nafsu dan perlahan kuturunkan
tangan ku ke vagina Mama yang sudah sagat basah, dengan lembut kesentuh
vagina Mama dan mulai membelainya dengan penuh kelembutan.
Mama
: “ Ooooohhhh…Davie….sayang….Aaaaakhhhh….ssshh hh….Mmmpffff….sayang,
berhentilah menyiksaku…sayang…aku sudah tidak tahan lagi…”.
Untuk
sementara waktu, dengan seketika aku membebaskan tanganku dari vagina
Mama, untuk melepas celanaku, dan terlihatlah Batang penisku yang memang
sudah sangat mengeras dengan panjang 18 cm dan berdiameter hampir 4 cm.
Secara langsung Mama melihat Batang penisku, dan Mama sangat terkejut
dengan itu.
Mama : “ Oooo
yesss….Davie…Masukin aja langsung ya sayang, Mama sudah lama sekali
tidak merasakan penis ada di dalam vagina Mama….”
Mendengar
Mamaku mengatakan hal itu dengan penuh nafsu dan kegilaan birahi yang
sangat tinggi, aku pun sempat terpikir sejenak mengenai hal yang selama
ini aku pikirkan akhirnya terjadi dan aku akan sangat menikmatinya.
Aku
: “ Mam, tapi kita gak punya kondom sama sekali”.Mama : “ David, cepat
masukan penismu kedalam Vagina Mama sayang”!!!Aku : “ Tapi nanti jika
Maammma…Hamil bagaimana..”??Mama : “ Tenang, besok pagi Mama akan
meminum pil KB sayang, setiap pagi Mama selalu minum pada saat masa
subur Mama, Jadi ….MASUKAN PENISMU SEKARANG!!!!!” Dengan Nada berteriak.
Tidak
perlu Mama bilang dua kali, aku sudah memasukan penisku kedalam Vagina
Mama, dan mulai ku pompa keluar masuk penisku di Vagina Mama. Vagina
Mama terasa sangat sempit dan hangat, dan rasanya seperti mengalami
kegembiraan yang luar biasa, bisa menyetubuhi Ibu Kandung ku sendiri
yang sangat cantik Luar dalam. Sementara terus kupompa penisku
sedalam-dalamnya ke vagina Mama, aku juga tidak berhenti menghisap dan
menjilati payudara Mama, dan kembali berciaman bibir dengan Mama dan
sekali lagi kami berada di dalam gairah nafsu berciuam yang sangat
hebat, sementara penisku terpompa sangat hebat kedalam Vagina Mama.
Tanganku juga tidak berhenti meremas payudaranya dan sesekali meraba
bibir lubang anusnya dengan sedikit menggelitik kecil, sementara
cairan-ciran vagina mama sudah mulai membasahi mengalir ke anusnya
akibat Pompa-an dari penisku, Oooohhh….ini enak sekali Mam, lebih dari
nikmat…aarghhhh Mmmaaammm….., aku terus memopa penisku sedalam dalamnya
ke vagina Mama, dan akhirnya aku mengangkat Mama dan mendorongnya keatas
ku. Sekarang Mama berada diatas ku, dengan Penis yang tetap menancap
pada liang Vaginanya.
Mama : “
Oooooohhhh…..Davie….aakkkhhhhh….Sayang….Ma ma sudah tidak bisa tahan
sayaang, Maammma keluar…Shhhhh…akkhhhhh”. Mama berteriak, seketika itu
juga mengalirlah cairan kewanitaan dari Vagina Mama.
Aku
: “ Ya Mam…aaaakkhhhhh….Mam….hangat sekali…ssshhhh, aku juga bisa
merasakanya Mam”. Aku merasakan semprotan hangat cairan keawanitaan nya
di Penisku dan itu teramat sangat nikmat, dan cairan itu keluar melalui
celah vaginanya yang terus kupompa dengan kencang dengan penisku.
Mama
: “ Ya Ampun Davie…..Akkkhhh sayang, enak banget lho itu….Papamu Pun
belum pernah membuat Mama Orgasme sampai seperti ini”. Kata Mama sambil
berdiri dan berbaring di sebelahku, dan sambil memperhatikan Penisku
yang masih Ereksi dengan kerasnya.
Mama
: “ Oohh Davie, Maaf sayang Sory, kamu belum keluar, ya ampun sayang,
tapi tenang Mama ada cara …Hmmm….sekarang bangun”!! Dengan mengedipkan
mata genitnya kearahku.
Mendengar
perintah Mama, aku pun berdiri dan Penisku pun tetap tegang dengan
kerasnya. Mama berlutut di depan ku. Saya tahu apa yang akan di perbuat
Mama, dan saya sebagai anak laki sangat gembira sekali, karena memang
ini juga yang saya tunggu. Mama mulai menciumi Kepala penisku dengan
bibir nya, dengan sedikit jilatan nakal di batang penisku, lalu mama
mulai memasukan Penisku kedalam mulutnya dan megulumnya. Aku melihat
tatapan matanya yang berwarna biru kepadaku sewaktu dia mengulum Penisku
dan menatap wajahku. Tatapan bola matanya yang biru, seakan akan
berubah dari tatapan bola mata seorang wanita yang bersih dari dosa,
menjadi tatapan wanita nakal yang sedang gila dengan gairah nafsunya.Aku
: “ Ooohhh….ini enak sekali Mam…sepertinya aku …..Aaakhhh”.Mama : “
Mmmm…hmmmm…..sshhh”
Aku merasakan
kehangatan mulut Mama, yang menjalar ke seluruh tubuhku melalu Penisku,
Mama dengan ganasnya menghisap Penisku dan mengocok nya dengan mulutnya.
Aku hanya bisa berharap, mudah2an ini berlangsung lama. Tetapi tiba,
aku merasakan sesuatu yang akan meledak dari Penisku, dan ternyata aku
tidak bisa membendungnya, dan Spermaku ku tersemprot kedalam Mulut dan
tenggorokan Mama.
Aku : “
Aaaakkkkkkk…yesss, Mam…uccchhh…Aduh, maaf Mam, aku udah gak tahan ”.
Mama menghisap seluruh sperma yang aku semprotkan ke mulut dan
tenggorokannya, tanpa ada sisa sedikitpun.
Mama : “ Hmmm…slurppp…Mmmm…aaahhh, tidak apa – apa sayang….aaakkhhh, gimana enak”?
Aku : “ Luar biasa Mam….Fuiiihhhhh”.
Mama
: “ Menurut Mama, Orgasme kamu tadi sepertinya belum klimaks kan
sayang,,,Ucchhh kasian sayangku ini, berarti Mama masih berhutang sama
kamu, kapan pun kamu mau bercinta bilang ya sama Mama ya Sayang”!! Mama
mengatakan sambil tersenyum nakal dan mengedipkan matanya.
Aku
beristirahat sejenak, setelah orgasme yang baru saja ku alami, untuk
memulihkan badanku, yang pasti memulihkan libidoku terhadap Mama, tapi
pemandangan disebelahku yaitu si Mama yang masih tergeletak telanjang di
ranjang membuatku kembali terangsang dan membuat Penisku kembali
mengeras. Aku meperhatikan kemolekan Pantat Mama, dan membayangkan usaha
Mama untuk memuaskanku, dan memompa Vaginanya sekuat mungkin agar
penisku tertancap masuk lebih dalam lagi ke dalam Vaginanya. Melihat
Posisi Mama seperti ini membuat Penisku keras kembali. Sebelum ku
tancapkan Penisku ke Vagina Mama kali ini, aku melihat Mama yang
terlihat sangat Sexy dan menggairahkan di segala posisi bercinta dan aku
pikir aku menjadi penganggum setia kecantikan dan kesexyan Mama.
Setelah kupandangi Mama, langsung saja aku arahkan Penisku ke Vagina
Mama, yang sudah agak kering, aku gesek dengan Penisku perlahan dan
mebuatnya basah kembali, walau tidak sebasah yang sebelumnya. Mamaku
hanya tebaring tengkurap pasrah, Dia pasrah tapi tetap menatangku. Kali
ini persetubuhan ku dengan Mama, menurutku akan lebih memuaskan ku dari
persetubuhan sebelumnya, karena Pantatnya yang montok itu akan menjadi
bantalan untuk setiap tancapan demi tancapan yang akan kuberikan kepada
Vagina Mama. Aku memegang dan agak mengangkat Perut Mama yang sedang
tengkurap, agar Mama agak sedikit Menungging, dan kutegakkan punggungnya
dengan memegang Payudaranya, dan sekarang Mama sudah siap dengan Posisi
Doogie Style. Langsung aku tancapkan Penisku ke dalam Vagina Mama, yang
belum terlalu Basah, dan Mama berteriak, karena memang agak Perih
mungkin, tetapi aku merasakan kenyamanan yang luar Biasa dari sebuah
Vagina yang sangat sempit dan menggigit. Tapi Mama pAsrah saja, karena
memang Mama merasa berhutang untuk membuatku Orgasme. Saya pompa Penisku
secepat dan sedalam mungkin ke dalam Vagina Mama, dan Payudaranya
terlihat bergoyang sangat hebat, dan hal itu membuatku semakin bernafsu
dan bernafsu. Payudara yang sangat besar padat tetapi lunak, dan saya
masih tidak percaya bahwa Payudaranya yang bergoyang itu membuat Mama
terlihat seperti Pelacur yang alami dan menjadi pelacur Pribadiku saat
ini. Aku setubuhi Mama lebih lama dari persetubuhan kami yang pertama,
saya berharap agar persetubuhan ini tak akan pernah berakhir, sampai aku
merasa Mama sepertinya orgasme untuk yang kedua kalinya dan itu memang
benar, karena dia mengatakan bahwa dirinya orgasme secara beturut turut
kali ini. Aku lepas Penisku dari Vagina Mama, dan aku baringkan Mama
dalam keadaan terlentang, aku masukan Lagi penisku dengan posisi aku
diatas Mama dan akhirnya aku menyemprotkan Spermaku ke Dalam Vagina Mama
dimana tempat dahulu aku dilahirkan, yang mungkin tidak pernah anak
laki-laki lain rasakan. Mama ku langsung tumbang, karena sangat
kecapean, dan memejamkan matanya sejenak, dan aku diam sejenak merasakan
sperma ku masuk semakin dalam ke vagina Mama, dan akhirnya tertumpah
kembali keuar melalui celah Vagina Mama yang masih tertancap oleh
Penisku.
Mama : “ Oohh,..ini
sangat menakjubkan sayang”. Bisik mama di kupingku, dan dia terlihat
sangat letih.Aku : “ Terima kasih Mam, Jadi kita bisa, melakukannya lagi
setiap malam”.Mama : “ Oh Davie Sayang, Setiap malam dan setiap Hari”.
Kami Tertawa bersama.Aku : “ Wah…kalau begitu, Mama harus lebih sering
Minum Pill KB di pagi hari”!! Kami kembali tertawa bersama.Mama : “
Ya,..kamu benar sayang.” Mama Menjawab dengan sedikit termenung.
Tanpa
kusadari ternyata Vagina Mama, menjadi basah lagi, dan tanpa kusadari
Penisku sudah terpompa kembali oleh Vagina Mamaku. Dan Kami melakukannya
terus, sampai akhirnya kami kelelahan dan tidur bersama dengan penis
tetap tertancap di dalam vagina Mama.
Seks Dengan Cewek Berjilbab
March 2, 2011
Jaman sekarang jangan lagi tertipu casing, itu mungkin yang di alamatkan
pada cerita ini, coz saat ini banyak sekali orang binal menggunakan
jilbab sebagai tameng untuk terlihat sopan dan santun, cewek jilbab bugil pun akhirnya banyak beredar di internet.
Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang
turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara
malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan
hujan pula membuat Abi suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan
sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Tita,
ibu kostnya.
Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda. Dibayangkannya
perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan
rambutnya yang hitam panjang. Membuka satupersatu kancing bajunya.
Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang
disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan
keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang
bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua
puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana
panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam,
yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease,
secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan
selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras
dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan
telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.
Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Abi bangkit berdiri sambil
menggaruk batang kon**l di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar
dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh
kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat
ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Hamdan
setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri
dengan anak satu berumur tujuh tahun.
Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Tita sudah
tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani
ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri dan mulai
meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya
kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak
terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin,
pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya
apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron
Indonesia.
Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah
perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi kaget melihat kehadiran
perempuan itu yang tiba-tiba.
“Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?†tanya Abi tergagap
“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok†jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.
Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi
penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti
kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat.
Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya
membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan
bertemu dengan Tita.
Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang
dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang
bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah.
Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa
Abi selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran
nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada
saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tita
tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya
yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tita yang masih
dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping
rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia
segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang
memperhatikan kecantikan Tita dibalik kerudungnya dan kadang sambil
membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup,
seperti tadi.
Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya
yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan
bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang
dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga
dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan
mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.
“Gambar tivinya jelek ya?†tanya Tita mengagetkan Abi.
“Eh, iya. Antenenya kali†jawab Abi sambil menunduk.
Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil
meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung
Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas
menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah. dan disinilah Cerita dewasa itu dimulai.
†Semuanya jelek, †kata Tita †Nonton VCD saja ya?â€
“Terserah Teteh†kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film unyil, nggak apa?†kata Tita sambil tersenyum menggoda.
Abi faham maksud Tita tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.
“Ya terserah Teteh saja†jawab Abi. Tita kemudian bangkit dan menuju
kamar anaknya. Abi semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan
disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air
digelas. Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik
hitam.
“Mau nonton yang mana?†tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD
sambil duduk kembali di samping Abi. Abi menerimanya dan benar dugaannya
itu VCD porno.
“Eh, ah yang mana sajalah†kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.
“Yang ini saja, ada ceritanya†kata Tita mengambil salah satu dan
menuju alat pemutar dekat TV. Abi mencoba menenangkan diri.
“Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?†tanya Abi memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk†jawab Tita sambil tertawa kecil
“Bapak juga?†tanya Abi lagi
“Ngga lah, marah dia kalau tahu†kata Tita kembali duduk setelah
memencet tombol player. Memang selama ini Tita menonton film-film itu
secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
“Bapak kan orangnya kolot†lanjut Tita “dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!â€
Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia
itu. Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan
perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud
perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak
girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah
dilakukannya.
Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol
mesra. Tapi Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik
perempuan disebelahnya.Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas
kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga
pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Abi sudah tidak ragu lagi.
“Teteh kesepian ya?†Tanya Abi sambil menatap perempuan itu Tita
balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
“Kamu mau tolong saya?†tanya Tita sambil memegang tangan Abi.
“Bagaimana dengan Bapak ?†tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.
“Jangan sampai Bapak tahu†kata Tita“Itu bisa diatur†lanjut Tita sambil mulai merapatkan tubuhnya.
Abi tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu.
Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang
bergelora dimata Tita. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang
untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang
sudah merekah pasrah itu.Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan
sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu
oleh Tita.
Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan
Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu
semakin lekat melumat. Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah
sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai
merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik
perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut
terus keatas menyusup kebalik dasternya.
Tita bergetar ketika jemari Abi menyentuh semakin dekat daerah pangkal
pahanya. Tangan Abi memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan
itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya
diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tita telah
merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tita telah semakin larut
hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya.
Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh
Abi dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan
lubang kenikmatan itu.
Segera saja tangan Abi merambahi kembali lembah hangat milik Tita yang
telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting
melingkupi lembah sempit itu. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai
dari bawah pusar terus kebawah.Tita makin mendesah ketika jemari Abi
mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari
jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kemaluannya.
Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya
tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk
merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas
dan ketika batang kon**lnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang
memek Tita. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa
sakitlah yang dirasakan Tita.Selama hampir delapan tahun menikah, Tita
belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya
dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus
bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang
berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan
tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita
ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula
keluarnya.
Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang
istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya
adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban
suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang
kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan
mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya
istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun, Tita tidak
lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani
suaminya bila tangkinya sudah penuh. Tita sebagai perempuan, yang
ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan
lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.
Selama bertahun-tahun.Hanya kira-kira setahun ini Tita bertemu dengan
seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama
dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati.
Dari wanita ini, Lilis namanya, Tita mendapatkan film-film porno yang
dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab
karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki
lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan
berdua sebagai pasangan lesbian.
Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan
kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari
lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin
berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah
menemukan air yang dingin segar.
“Ah..terus Bi..†desahnya membara.
Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat,
berpilin mesra. Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga
dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini.
Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian
untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan
terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya
semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak
ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan
ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.
Malam ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin
hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Abi
mulai menyusuri leher jenjang Tita yang selama ini tertutup rapat. Mulut
Abi menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah
sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tita, tapi tiba-tiba Abi
bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya
sehingga mukanya berada diantara paha Tita yang mengangkang dimana bibir
memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Abi ingin memberikan
rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tita juga faham maksud Abi.
Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Abi lebih lanjut terhadap
selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya.
Tita menunduk memperhatikan kepala Abi dicondongkan kedepan dan mulutnya
mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga
sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Abi
selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu
jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit
diantara paha montok yang putih mulus.
Abi menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Labia mayoranya
terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan
atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua
paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan
kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah
itu.Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih
menguakkannya
“Ahhh….!†Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.
Desahannya semakin menjadi ketika lidah Abi mulai menjilati bibir yang
merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang
tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tita blingsatan
merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya
dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan
tapi telah lama dihayalkan. Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu
dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang
montok padat.
Rupanya Tita sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih
turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus
sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu
berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa
dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang
menjilati memeknya.Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan
rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai
terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan
yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di
rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.
Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat
perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan
mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.Jilatan dan rabaan Abi rupanya
telah menaikkan nafsu Tita makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat
itu semakin memuncak. Tita yang belum pernah merasakan orgasme selama
berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan
lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai
kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di
tariknyanya kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil
menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang
mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.
“Ahhh…duh gusti…! Ahhh! enak euy !†jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat
keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit
kepalanya. Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa
dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu
lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala
Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri. Muka Abi basah
bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang
kenikmatan Tita.
Abi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap
mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang
duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu
secara utuh.
“Hatur nuhun ya Bi†kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Abi telah berdiri
telanjang bulat dengan batang kon**l mengacung keras. Batang kon**l yang
besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk
pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Abi
mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi
mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih
seksama.
†Kenapa sih?†tanya Tita sambil senyum-senyum.
“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutupâ€
jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.
Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik
baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang
dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tita memang nyaris
sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk
setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar
padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok
serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya
dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang
rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.
Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kon**l Abi. Dan Tita
yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan
mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kon**l
itu. Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh
dengan fantasi yang hebat, pikirnya.Dengan mata berbinar diperhatikan
batang kon**l yang tegang dihadapannya. kon**l yang jauh lebih besar dan
panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum
kon**l lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno.
Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung
lidahnya dijilat perlahan kepala kon**l yang mengkilap kecoklatan itu.
Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin
menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang
kon**l yang telah basah itu dan dikulumnya. Abi meringis nikmat
diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kon**l didalam
mulutnya dengan semakin bernafsu.
Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya
menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kon**l itu dengam giginya,
membuat Abi semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tita
adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar
pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tita yang
selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat
hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang
pernah ditontonnya di film.
Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu
atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan
saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Abi yang
batang kon**lnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi.
Kuluman mulut Tita meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi
cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga
akhirnya….
“Ah Teh, sudah mau keluar nih†desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah
semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi,
batang kon**l itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita. Abi
meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tita semakin menguatkan kuluman
bibirnya di kon**l itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam
mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu
Tita semakin keras mengocok batang kon**l itu dan dengan lahap
ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kon**l Abi, bahkan sampai
tetes terakhir dengan menghisap batang kon**l itu. Tanpa rasa jijik atau
mual.
“Bagai mana rasanya Teh?†tanya Abi. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.
“Enak, gurih†kata Tita tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit.
“Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu†katanya sambil kedapur
dengan hanya mengenakan kimono. Abi sambil telanjang mengikuti dari
belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kon**lnya sambil
kencing. Setelah itu didapatinya Tita di dapur membuatkan minuman.
Demikianlah cerita panas kali ini. semoga bermanfaat.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda