Kakek Yang Beruntung
Joko adalah seorang kakek berumur 65
tahun yang telah memiliki 5 orang cucu, kelima cucu Joko ini merupakan
anak-anak dari keempat anaknya yang telah dewasa dan semuanya telah
bekerja di luar kota dan bahkan ada pula yang bekerja di luar pulau
Jawa. Joko menjalani hidup sehari-hari bersama istrinya yang setia.
Istri Joko berusia 50 tahun, beda 15 tahun dengan Joko. Istri Joko
merupakan istri yang setia yang telah menemani dan hidup bersama Joko
selama 40 tahun. Keduanya hidup di desa, sebut saja nama desanya adalah
Desa Sukamaju. Namun yang akan diutarakan oleh penulis pada cerita ini
bukan mengenai kehidupan Joko dengan istrinya melainkan kehidupan Joko
sebagai “Kakek Yang Beruntung”, mau tau kenapa si Joko disebut
beruntung. Ikuti saja cerita ini setiap episode-episodenya, don’t miss
it.
Cerita ini bermula ketika Desa
Sukamaju, tempat di mana si kakek jagoan kita tinggal, kedatangan
sepasang penganten baru dari salah satu kota besar di propinsi Jawa
Timur . Dan secara kebetulan, pada saat itu rumah tepat di sebelah rumah
Joko sedang kososng. Sepasang penganten baru itu akhirnya memutuskan
untuk menempati rumah itu karena rumah itu berada di tempat yang
strategis, selain dekat dengan jalan besar, hawanya sejuk dan adem serta
karena rumah itu dekat dengan pasar sehingga tidak perlu berjalan jauh
kalau perlu belanja kebutuhan sehari-hari. Mereka memutuskan untuk
pindah dari kota ke desa karena sang suami ditugaskan sebagai salah satu
pimpinan di Koramil I Desa Sukamaju. Setelah si Joko berbincang-bincang
dengan calon tetangganya itu, diperoleh informasi bahwa si suami
bernama Andi berusia 25 tahun sedangkan istrinya bernama Dina berusia 21
tahun. Andi bekerja sebagai Angkatan Darat pemula yang baru saja lulus
akademi militer di kota asalnya. Selama perbincangan sambil
memperkenalkan dirinya dan istrinya, si Joko juga bersikap ramah kepada
sepasang calon tetangganya tersebut. Karena sikap Joko yang ramah itulah
Andi dan Dina merasa sudah nyaman dan tak perlu lagi khawatir mengenai
bagaimana pergaulan di desa yang baru akan mereka tinggali ini, bahkan
dalam waktu yang singkat itu mereka telah menganggap Joko dan istrinya
selayaknya bapak dan ibunya sendiri. Mereka tidak tahu apa yang ada di
dalam benak Joko pada saat itu. “It’s show time” kata Joko dalam hati.
Selama perbincangan yang akrab dengan
Andi dan Dina itu, mata si Joko selau mencuri-curi pandang kepada Dina
yang ikut mendengarkan Andi ngobrol dengan Joko. Si Joko tak
henti-hentinya mencari kesempatan untuk mengintip kearah tubuh Dina.
Dina tidak memperhatikan perilaku Joko itu karena selain si Joko cukup
lihai dalam hal intip-mengintip sehingga tidak ketahuan juga karena Dina
terlalu asik mengobrol dengan istri Joko yang juga terkenal ramah di
desa itu. Dina adalah wanita yang cantik dengan kaca mata yang menambah
keanggunannya, tubuh Dina sangat sexy selain kulitnya yang putih banget
bak pualam, terawat layaknya cewek-cewek kota, mulus, juga karena
kulitnya mengkilat bila terkena cahaya matahari, serta rambutnya hitam
panjang. Tapi yang membuat Joko menelan ludahnya beberapa kali bukan
karena itu tetapi justru karena ukuran buah dada dan pantat Dina yang di
atas rata-rata. Buah dada Dina berukuran kira-kira 40 A sehingga hampir
menyerupai buah melon yang menggantung indah, sedangkan pantatnya
sangat kencang sehingga seperti ada yang menariknya ke atas, sangat
bagus, bulat, kencang ke atas. Apalagi pada saat itu Dina menggunakan
kaos ketat berwarna putih dengan celana jeans ketat selutut, membuat si
Joko ngaceng walaupun usianya sudah tua bangkotan tetapi tidak dapat
mengahalangi nafsu kelaki-lakiannya. Setelah ngobrol kesana kemari,
akhirnya istri Joko mengajak Joko untuk pulang karena dia harus masak
untuk hari ini. Joko mengiyakan dan ikut pulang bersama istrinya
walaupun hatinya masih ingin melahap pemandangan gratis tubuh Dina yang
super duper big bang HOT man!
Selama beberapa hari pertama pasangan
pengantin baru itu hidup di desa, Joko selalu dengan senang hati
membantu tetangga barunya itu. Selain karena amal juga memberikan
kesempatan bagi Joko untuk menonton tubuh Dina yang sexy. Selama
beberapa hari ini, Dina sudah menjadi bintang desa. Karena sewaktu dia
pergi ke pasar, selalu menjadi tontonan para warga desa dan tukang ojek
yang setiap pagi selalu nongkrong di pasar dekat rumah Dina. Tetapi Dina
cuek saja terhadap perilaku warga desa itu, karena selain Dina memakai
baju yang sopan juga dia mencoba untuk bersikap ramah kepada siapa saja
sehingga warga desa yang pada awalnya bernafsu menjadi segan dan hormat
kepada Dina. Andi memang beruntung memiliki istri cantik dan bohay
seperti Dina tetapi memang pantas karena Andi yang seorang tentara
dianugerahi wajah yang tampan sebanding dengan istrinya yang cantik.
Pernah pada suatu pagi ketika Andi sudah berangkat dinas, Dina sendiri
di rumah sambil bersih-bersih rumah. Dina pada saat itu yang selalu
memakai kacamatanya hanya menggunakan tanktop ketat berwarna putih dan
celana pendek ketat di atas lutut yang membuat payudara jumbonya dan
pantatnya sungguh menantang ke atas, siapa saja yang melihat Dina pasti
akan onani seketika saking terlalu seksinya istri Andi itu. Si Joko yang
pada saat itu menikmati hari-hari pensiunnya tidak ada pekerjaan
sehingga dia iseng-iseng berkunjung ke rumah tetangganya sambil
mengharapkan jatuhnya durian nomplok (bahasa apaan nomplok). “Rajin
banget ibu ini” sapa Joko kepada Dina di depan rumah Dina. “Ah, enggak
kok pak udah biasa kayak gini”, jawab Dina yang kaget tetapi tetap
ramah. Dina tidak risih menggunakan pakaian yang super sexy itu karena
ia telah menganggap Joko sebagai pengganti orang tuanya di desa itu
padahal bila kepada orang lain, Dina selalu menjaga kesopanannya baik
dalam berpakaian maupun tingkah lakunya.
“Mangga mampir atuh pak Joko”, kata
Dina mempersilakan Joko masuk dengan logat sundanya. Joko yang tidak
melepaskan kesempatan itu dengan basa basi dan malu malu kucing mampir
juga ke rumah penganten baru itu.
Setelah mempersilahkan Joko duduk dan
membuatkan minum, Dina berkata, ” Pak, tunggu sebentar ya saya mau
ngepel lantai dulu, mangga diunjuk dulu atuh naon bapak teak”,”Iya bu
makasih enggak usah repot-repot bu”, jawab Joko basa basi. Dina langsung
mengambil lap basah dan mulai mengepel lantai sambil menungging yang
membuat pantatnya bergoyang-goyang ketika dia mengepel lantai bergerak
dari kiri ke kanan. Payudaranya juga bergoyang-goyang ke samping seperti
mau keluar menembus tanktop ketat yang dipakainya saat itu. Si Joko
yang melihat pemandangan itu hanya bisa menelan air liurnya sendiri
sambil berpura-pura minum yang telah disuguhkan oleh Dina. Seketika Dina
merubah posisinya saat mengepel lantai menghadap Joko, membuat tanktop
berdada rendah yang dipakai Dina saat itu membuat payudara Dina betul
betul terlihat besar, putih, dan mengkilat tekena cahaya saat Dina
membungkuk mengepel lantai. Buah dadanya membusung bulat
bergoyang-goyang seperti buah melon bahkan pinggiran bra Dina terlihat
jelas saat itu. Sungguh pemandangan yang indah di pagi hari “betul-betul
kejatuhan durian nomplok!!!”,pikir Joko dalam hati. Bila tidak
memperhatikan posisinya sebagai sesepuh di desa itu, Joko pasti sudah
onani di tempat saat itu juga. Setelah hampir 10 menit mengepel, Dina
akhirnya selesai dan duduk di ruang tamu mendampingi Joko ngobrol masih
dengan badan yang basah karena keringat. Badan yang basah itu membuat
kulit Dina yang putih itu kelihatan mengkilat bercahaya dan bra yang
dikenakan mengecap tembus dari balik tanktopnya. Si Joko jadi tidak
konsentrasi selama ngobrol dengan Dina, matanya selalu terarah pada dada
dan kaki Dina yang putih mulus jenjang tanpa cela. Untung Joko
merupakan kakek yang berpengalaman sehingga kegugupanya dapat dia
sembunyikan sambil terus mengobrol bersama Dina sampai Andi pulang dan
Joko pun pamit pulang.
Esok harinya di rumah, Joko hanya
bisa melamun sambil menemani istrinya masak di dapur. “Kapan aku bisa
menjebol “gawang” Dina”, pikirnya yang sudah dirasuki berbagai jenis
iblis dan setan karena keseksian tubuh Dina yang seperti bintang bokep
Amerika itu tetapi yang ada pada Dina asli semua tidak seperti bintang
bokep Amerika yang kebanyakan disuntik silikon. Sungguh beruntung Andi
bisa punya istri yang cantik jelita, anggun yang lebih cocok jadi
bintang sinetron daripada jadi ibu rumah tangga seperti itu. Lamunan
Joko dibuyarkan oleh istrinya yang berteriak ,”Pak….Pak…Pak!” Joko kaget
tak terasa dia air liur menetes dari mulutnya NGILER hehehehe.
Keesokan harinya Joko kembali mampir
lagi ke rumah Dina saat Andi sedang dinas. Andi yang telah mengetahui
hal ini menjadi rutinitas bagi Joko tidak keberatan sama sekali karena
selain Joko sebagai tetangga satu-satunya di komplek rumah itu (NB:
rumah Andi paling pojok, sedangkan rumah Joko tepat di sebelah rumahnya)
juga karena kehadiran Joko dapat menjaga istrinya yang bohay itu.
Menjaga atau justru Melahap tepatnya pikir Joko dalam hati. Saat itu
Dina sangat cantik karena rambut panjangnya diikat kebelakang sehingga
menunjukkan lehernya yang putih serta kacamatanya yang selalu
digunakannya menambah kesan anggun pada diri Dina. Dina yang pada saat
itu memakai kaos berwarna biru ukurannya sangat kecil menurut Joko
sampai-sampai dadanya yang membusung bak semangka mengangkat kaos
ketatnya sehingga pusarnya tidak dapat tertutupi oleh kaos itu. Joko
yang saat itu berdiri sambil ngobrol menemani Dina memasak di dapur
terpaksa harus agak membungkuk karena penisnya sudah mengacung keras
maksimal Bos! Ingin rasanya langsung dia remas-remas balon besar itu
sambil menyodok-nyodok vaginanya yang belum pernah ia lihat itu.
Ketika Dina membalikkan badannya
menghadap wajan saat ia memasak sehingga secara otomatis dia
mambelakangi Joko sambil terus ngobrol, Joko dapat dengan leluasa
melihat pantat indah kencang milik Dina yang saat itu terbungkus rok
khas ibu rumah tangga di bawah lutut tetapi entah karena ukuran rok tu
yang kekecilan atau pantat Dina yang semok sehingga pinggir celana dalam
Dina terlihat tembus mngecap di roknya. Pantatnya yang bergoyang-goyang
saat ia menggoreng membuat penis Joko yang mengacung tegak dari tadi
akhirnya tak mampu lagi menahan keluarnya muatan di dalamnya maklumlah
karena sejak isteri Joko menopause, Joko tidak pernah merasakan bercinta
lagi. Karena sperma Joko yang keluar prematur itulah ia minta ijin
pulang terburu-buru kepada Dina dan ambil langkah seribu. Dina yang
sedang asik memasak terlihat bingung dengan perilaku Joko itu. Dalam
waktu 1 minggu Dina telah menjadi primadona di desa itu. Bukan hanya
para pemuda yang ingin merasakan tubuh wanita muda itu tetapi para orang
tua, kakek-kakek, remaja, bahkan sampai anak kecil ingusan pun ikut
mencuri-curi pandang saat Dina pergi ke pasar atau menjemur pakaian di
luar. Joko merasa beruntung karena menjadi tetangga seorang wanita yang
diinginkan bukan hanya warga desa tetapi mungkin desa tetangga pun mulai
penasaran dengan hanya sekedar lewat depan rumah pasangan pengantin
baru itu. Dari perbincangan yang dilakukan selama ini dengan Dina, baru
diketahui oleh Joko bahwa Dina dan Andi dating ke Desa Sukamaju ini
sekalian berbulan madu tetapi hal itu belum kesampaian karena Andi
sangat sibuk dengan tugasnya sebagai salah satu pimpinan KORAMIL I di
desa itu. Dina berani menceritakan hal yang sangat pribadi ini karena
Joko telah dianggap sebagai bapaknya sendiri yang telah bersedia
menolong segala keperluan sebagai pendatang baru dan telah bersedia
menemaninya selama suaminya dinas. Joko menarik kesimpulan bahwa mungkin
si Dina ini masih orisinil alias belum pernah tersentuh alias masih
perawan dong. Memikirkan hal itu saja sudah membuat konaknya ngaceng ke
ubun-ubun. It’s SHOW TIME pikirnya.
Sampai pada suatu saat di siang hari
seperti biasanya Joko mampir ke rumah Dina untuk menemaninya masak. Andi
datang terburu-buru ke rumahnya dan langsung mandi belum sempat bagi
Dina atau Joko untuk menanyakan apapun kepadanya. Setelah mandi baru
Andi menceritakan bahwa ia akan ditugaskan selama 1 minggu ini ke pulau
Madura untuk menjaga Pilgub putaran 2 yang akan akan dilakukan di sana.
Andi tergesa mengepak barang-barangnya setealh itu berbicara sebentar
dengan Dina yang terlihat sedih dengan kabar itu tetapi dia harus kuat
karena itulah resiko menjadi istri tentara. Tak lupa Andi memberikan
uang kepada istrinya dan mengecup sayang dahi istrinya itu. Setelah
mencium istrinya, Andi berbicara kepada Joko dan memberikan amanah untuk
menjaga dan memenuhi segala keperluan istrinya. Joko mengiyakan dan
mereka bersalaman. Andi segera berangkat naik ojek dan hilang dari
pandangan, Joko mulai berpikir yang macam-macam sambil melihat istri
Andi yang masih terlihat sedih itu. “1 Minggu bersama Dina, hehehehe
cukup lama!”, katanya dalam hati. (Dasar si Joko tua-tua keladi makin
tua makin keladi hehehe salah ya!) Malam harinya Joko pamit kepada
istrinya untuk manjaga rumah Dina sampai jam 11 malam. Istri Joko
mengijinkannya dan menaruh curiga sedikitpun kepada Joko, karena selama
kehidupan pernikahannya yang telah mencapai usia 40 tahun itu Joko tidak
pernah macam-macam, jangankan berselingkuh melirik wanita lain pun
tidak. Mungkin hanya Dina yang sanggup meruntuhkan keimanan Joko karena
bodinya yang bohay montok itu masih perawan lagi.
Petang itu Joko sudah standby di
rumah Dina sambil nonton TV di ruang keluarga sambil minum kopi yang
disediakan Dina tadi. Dina yang sedang mencuci piring di dapur ikut
ngobrol dengan Joko. Setelah keluar dari dapur, Dina membawa handuk yang
menandakan ia akan mandi menuju ruang belakang. Nafsu Joko melonjak
naik dalam situasi seperti ini namun Joko masih stay cool sambil
mencari-cari titik kelemahan cewek bohay ini, apapun yang terjadi dia
harus bisa menancapkan penisnya dalam-dalam ke dalam vagina pelacur satu
ini pikir Joko yang mulai tak terkendali. Sesaat kemudian Dina mandi
dan tanpa sengaja meletakkan kacamatanya di ruang keluarga tempat Joko
nonton TV. 10 menit berlalu tiba tiba Joko dikagetkan oleh panggilan
Dina, “Pak…Pak Joko tolong ambilkan kacamata saya di ruang tengah
pak..”. “Sebentar bu….” jawab Joko, “Cepetan Pak…. mata saya kabur tanpa
kaca mata ” mendengar kata-kata terakhir Dina itu Joko kaget dan
otaknya mulai berpikir, “akhirnya aku tau juga kelemahanmu Dina!!! Hehe”
senyum Joko mengembang. Joko segera menghampiri kamar mandi, betapa
kagetnya ia saat melihat pintunya sedikit terbuka. Joko mencoba
mengintip ke dalam secara perlahan-lahan dan yang membuat Joko tambah
kaget bercampur senang adalah Dina dalam keadaan telanjang bulat tanpa
sehelai kain menutupi tubuhnya yang montok sexy itu. Anehnya mata Dina
menghadap ke arahnya tetapi dia tak bereaksi sama sekali. “Pak …. Mana
kacamata saya !!!!,cepet pak saya tak bisa lihat kalo gini”, jerit Dina.
Joko yang mendengar hal ini langsung mendapat ide yang sangat busuk.
Dia mencoba membuka pintu pelan-pelan dan masuk secara mengendap-endap
sehingga Dina tidak menyadari kedatangannya. Dina betul-betul buta tanpa
kacamatanya apalagi lampu di desa itu remang-remang sehingga membatasi
jarak pandang siapapun yang bermata normal apalagi Dina yang matanya
negatif 30. Sekejap Joko telah berada di dalam kamar mandi dengan
leluasa dia menikmati pemandangan yang sangat menggairahkan.
Bodi Dina sangat sexy bohay montok
banget, putih mengkilat karena sisa air sehabis mandi tadi. Rambutnya
yang hitam panjang sepunggung terlihat segar karena basah, dan yang
membuat Joko tidak kuat adalah buah dada Dina yang bulat besar seperti
melon mendekati semangka. Walaupun payudara Dina sangat besar tetapi
sangat kencang tegak mengacung ke atas tidak menggelambir dan dower
seperti payudara besar pada umumnya. Putingnya berwarna merah muda khas
perawan yang mengacung ke depan padahal ia belum terangsang tetapi
bentuk putingnya sangat bagus sempurna. Ditambah dari ujung puting itu
menetes air yang berasal dari bagian atas tubuh Dina membuat Joko ingin
menggigit gemas puting itu kalau bisa sampai Dina kesakitan. Setelah
puas menonton lekuk tubuh sempurna bagian atas Dina, Joko memalingkan
pandangannya menuju bagian bawah tubuh Dina. “Pak Joko mana kacamata
saya, lama banget!!” teriak Dina. Dengan begini Joko mengetahui bahwa
Dina belum menyadari dia ada di sebelahnya menatap liar tubuh yang
seharusnya hanya untuk suaminya saja itu. Lanjut!!! Pikir Joko
bersemangat. Melihat bagian bawah Dina membuat sperma Joko ingin meledak
saja dari dalam celananya. Bagaimana tidak, perut yang ramping dan
kencang (karena selama di kota Dina rajin fitness) ditambah rambut
vagina yang dicukur rapi sehingga membentuk huruf V terlihat menggoda di
vagina Dina. Vagina Dina yang masih perawan juga terlihat sexy dengan
dua gundukan yang menggemaskan menutupi lubang yang belum terjamah oleh
laki-laki manapun. Lubang inilah yang diinginkan oleh seluruh warga desa
untuk dijebol dan kalau bisa menghamilinya sampai jadi anak kalau bisa
karena bodi Dina yang semlohai.
Pantat Dina pun sangat sempurna
masterpiece (bahasanya duh duh duh) pikir Joko sangat bersih putih basah
oleh air sangat kencang menantang bahkan seperti terangkat ke atas
padahal Dina hanya berdiri biasa normal tetapi pantatnya seperti
menungging. Seketika seperti biasanya, sperma Joko meledak begitu saja
di dalam celana yang membuat kakek itu keluar dari kamar mandi dan
meletakkan kacamata Dina di meja depan kamar mandi “I..Ini bu uuuhh.”
Kata Joko sambil bergetar setelah celananya basah oleh spermanya yang
banyak itu. Joko pamit kepada Dina dan langsung terburu-buru pulang
untuk mandi dan membersihkan celananya yang basah. Melihat Joko mandi
malam-malam membuat istri Joko beingung buat apa dia mandi malam-malam
begini. Dalam hati Joko berkata,”awas ya Dina…tunggu pembalasanku”. Joko
merasa dipermainkan oleh bodi Dina yang seksi itu walaupun Dina tidak
tahu apa yang salah dengan bodinya. Joko berniat tidak akan puas dan
akan mati gentayangan bila dalam hidupnya yang telah senja ini tidak
sempat menjebol sedalam-dalamnnya menembus vagina Dina yang menggiurkan
itu.

Joko sering menyendiri dan merenung
di rumahnya setelah kejadian yang membuat jantungnya hampir copot dari
tempatnya itu. Istri Joko merupakan orang yang cuek sehingga tidak
begitu memperhatikan tingkah laku yang tidak biasanya dari suaminya itu.
Tetapi Joko termasik suami yang beruntung karena memiliki istri yang
bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah dan selalu siap dalam
menyiapkan segala kebutuhan Joko baik mencuci baju sampai menyiapkan
sarapan dan makan malam. Joko melamun hampir 1 jam sampai ia memperoleh
ide yang sangat cemerlang menurutnya. Dia teringat memiliki seorang
teman yang pernah meminta tolong kepada seorang dukun sakti untuk
memperlaris dagangannya di pasar. Teman Joko ini bernama Dono, Dono
merupakan teman kerja Joko yang sama-sama telah pensiun sekarang.
Akhirnya Joko berniat untuk mengunjungi teman lamanya itu untuk
dikenalkan dengan dukun yang terkenal kesaktiannya sampai ke kota-kota
besar di Pulau Jawa itu. Tetapi tidak sembarang orang bisa berhubungan
dengan dukun sakti itu, hanya orang-orang yang telah berlangganan dan
memiliki koneksi saja yang memiliki akses untuk meminta tolong
kepadanya. Keesokan harinya di rumah Dono tepatnya di perumahan kota
tidak begitu jauh dari desa Joko, Joko menceritakan masalahnya kepada
Dono, Dono hanya bisa tersenyum mendengar cerita teman baiknya itu,
ternyata belum berubah juga si Joko ini pikirnya (Tetep mesum, makin tua
makin gawat hehehe). Tetapi sebagai teman baik, Dono tidak bisa menolak
permintaan teman baiknya itu untuk membawanya ke tempat dukun super
sakti.
Tanpa banyak bicara kedua orang itu langsung meluncur ke rumah dukun super sakti di desa Sukasari.
“Aku sudah tau masalahmu Jok!”, sapa
dukun tua itu kepada Joko, ketika dia dan Dono baru saja melangkahkan
kaki masuk ke gubug tua milik si dukun.
Betapa kagetnya Joko mendengar sapa
dukun sakti itu, berbeda dengan Dono yang biasa saja menyaksikan hal
yang diluar akal sehat, karena ia sudah biasa minta tolong kepada dukun
super sakti itu.
“Begini Mbah Gandrung, teman saya ini….”, belum selesai Dono berbicara,
“Aku bisa membantu temanmu tapi biayanya mahal tau…”, sergah si dukun sakti.
“Berapapun akan saya penuhi mbah, sebut saja berapa mbah biayanya?”, jawab Joko merinding.
“20 Juta tunai dan foto dari suami wanita yang ingin kamu taklukkan itu! ”, jawab Mbah Gandrung.
Joko sedikit terkejut dengan
permintaan dukun super sakti itu, tetapi karena konak Joko sudah tak
tertahankan lagi akhirnya ia mengangguk dan bersedia datang kembali
besok membawa uang yang diminta.
Esoknya di gubug Mbah Gandrung, Joko
menyerahkan foto Andi yang ia dapatkan dari formulir pengurusan KTP yang
dititipkan kepadanya ketika hendak mengurus KTP kepada kepala desa
tetapi belum sempat karena harus dinas keluar kota. Tak lupa Joko juga
menyerahkan uang 20 juta yang bersal dari uang tabungan hasil jual
sepeda motor 2 tahun yang lalu. Sepeda motor Joko dijual karena dia dan
istrinya memutuskan untuk membeli mobil Espass tahun 1996 agar dapat
digunakan bertamasya bersama dengan anak cucunya kelak ketika mereka
berkumpul bersama. Setelah menerima uang 20 juta itu, Mbah Gandrung
menyerahkan kalung yang di ujungnya terdapat bungkusan bulat. Joko
menerima benda itu dan….
”Pakai kalung itu, dan masukkan foto suami wanita itu ke dalam bungkusan di ujungnya..”, perintah Mbah Gandrung.
“Baik mbah…”, jawab Joko sedikit
merinding karena dia hanya sendiri kali ini sebab Dono ada urusan dengan
dagangannya di luar kota.
“Begitu kalung ini kau pakai, wanita
pelacur ini tak akan bisa membedakan antara wajahmu dan wajah
suaminya..”,tambah Mbah Gandrung.
“Baik mbah..”, jawab Joko senang, hatinya berbunga-bunga tiada tertahankan.
“Eit … Tunggu dulu, ada syaratnya!!”, sergah Mbah Gandrung menghentikan kegembiraan Joko sejenak.
“Jika kamu ngentot sama istrimu
sendiri ketika kalung ini kamu pakai, khasiatnya akan langsung hilang
tak berbekas” kata Mbah Gandrung. Joko tersenyum dan berpikir, “Hanya
itu? Buat apa juga aku ngentot sama nenek2 peot itu, mending ngehek sama
pelacur bohay kayak Dina hahahaha..”, kelihatannya Joko benar2 telah
kerasukan iblis sampai2 istrinya yang telah menemani selama 30 tahun dia
sebut nenek peot. (Oalaaaah Joko ………. Joko, Tobat Jok…).
——–FINNALY IT’s SHOW TIME———-
Keesokan paginya Joko minta kepada
istrinya untuk dibuatkan susu campur telor 3 butir yang dikocok jadi
satu. Istri Joko segera membuatkan dan memberikannya kepada Joko. Joko
segera meminumnya dengan lahap segali teguk ! (hehehehe berlebihan…).
Supaya kuat melayani dua ekor kuda sekaligus hehehe, pikr Joko dalam
hati. Tidak berapa lama, Joko meminta ijin kepada istrinya untuk pergi
ke rumah Kades dan mungkin pulangnya larut malam sehingga dia menyuruh
istrinya untuk tidak usah menunggu dirinya sampai larut malam karena dia
akan membawa satu kunci rumah. Istrinya mengiyakan tanpa curiga sama
sekali kepada Joko, karena selama 30 tahun ini Joko tidak pernah
macam-macam kepadanya apalagi dia hanya akan mengunjungi kepala desa.
Tepat jam 9 pagi, Joko meluncur ke rumah Dina si wanita bohay itu. Tidak
lupa memakai kalung pemberian dukun super sakti sambil mulutnya
berkomat kamit mengucap mantera ajaran Mbah Gandrung, Joko mengetuk
pintu rumah Dina. Tidak lama kemudian Dina membukakan pintu hanya dengan
menggunakan daster panjang berwarna putih dengan tidak lupa memakai
kacamatanya. Joko hanya bisa menelan ludah menyaksikan pemandangan
ekstra luar biasa di depan matanya, Dina mengernyitkan matanya untuk
menyesuaikan dengan cahaya luar karena kelihatnnya Dina baru saja bangun
tidur. Setelah Dina benar-benar sadar sembilan puluh persen, betapa
kagetnya ia menyaksikan orang yang baru saja mengetuk pintu depan
rumahnya. Ia langsung berbinar-binar dengan setengah berteriak,
“Mas Andi……kapan pulang? Udah dari tadi ya? Maaf Mas Andi aku ketiduran habis nonton film bagus tadi malam.”.
Mendengar kata-kata Dina itu membuat darah Joko hampir saja meledak melewati kepalanya.
“Tidak rugi 20 Juta bos!!!”, pikirnya dalam hati.
Ternyata benar kata-kata Mbah
Gandrung bahwa Dina tidak akan bisa membedakan mana Andi yang gagah
tampan dengan Joko yang hitam legam lagi kurus itu. Tanpa banyak
cingcong, Joko langsung bersikap menirukan Andi,
“Baru aja Din, aku dipulangkan
mendadak sama atasanku soalnya di Madura udah kebanyakan personel
tentara, jadi aku dipulangkan supaya kerjanya lebih efisien bilangnya…”,
jawab Joko sambil memikirkan alasan yang tepat.
Sebagai istri yang pengertian, Dina
langsung merangkul suami palsunya itu dan mencium mulutnya dengan gemas
sambil melingkarkan tangannya di leher suami palsunya itu. Buah dada
Dina yang sebesar melon langsung menempel di dada Joko, mendadak penis
Joko langsung tegak 90 derajat ke atas. Tidak mau melewatkan kesempatan
ini, dengan segera Joko langsung melingkarkan tangannya di bagian
belakang Dina dan meremasi bokong Dina yang pada keadaan normal sudah
mengangkat semakin diangkat dan diremas keras oleh Joko dengan gemas.
“Ahh…..ah…..mass aku kangen masss…!”
desah Dina tidak mampu menanggung gejolak kenikmatan yang melanda
dirinya diperlakukan tidak senonoh oleh suami palsunya yang seharusnya
lebih cocok jadi bapaknya dibanding jadi suaminya itu.
“Aku kangen juga Din….”,jawab Joko
sambil tersenyum licik karena berhasil memperdayai wanita cantik bahenol
yang diinginkan oleh semua warga desa.
“Kita lanjutkan di dalam mass… Ahh…nggak enak nanti dilihat Pak Joko…Ahhh..”, kata Dina dengan matanya yang sayu.
Joko hanya bisa tersenyum, Dina tidak
sadar rupanya siapa sebenarnya yang meremasi bokong dan susunya itu.
Joko menuntun Dina masuk ke dalam rumah sambil mengalungkan tangan
kanannya di pinggul Dina yang sintal. Tak lupa Joko mengunci rumah Dina
dari dalam dan menutup semua selambunya, seolah-olah sedang tidak ada
orang di dalam rumah. Sambil mengelus-elus penisnya yang telah mengacung
tegak, Joko berbisik,
“Sekarang bagianmu kawan, jangan
kecewakan aku..”. (Joko…Joko sudah gila ya? Masak ‘adik’ sendiri diajak
ngomong. Oalaaaah…Joko..Joko)
Ketika masuk ke kamar yang hanya
pernah ditempati Dina dan Andi, Joko terperangah ketika Dina hanya
mengenakan bra dan celana dalam saja tanpa kacamata yang biasa
dikenakannya, dengan begini akan lebih mudah karena Dina tidak bisa
lihat jelas bila tanpa menggunakan kacamatanya. Bra berwarna putih yang
seolah-olah kekecilan tidak mampu menampung payudaranya yang mengacung
ke depan itu padahal ukuran branya sudah 36 D. Saking terlalu besarnya
payudara Dina, sampai-sampai putingnya yang berwarna merah muda hampir
saja melompat keluar dari balik branya, bahkan tali bra yang kelihatan
sudah lapuk itu seperti akan putus karena tak sanggup menyangga sepasang
buah melon berukuran besar itu. Tidak kalah dengan bagian atasnya yang
super dahsyat, bagian bawahnya juga tak kalah menarik. Dina memiliki
pinggang yang ramping, perut yang rata, bongkahan pantat yang besar dan
mengangkat sehingga celana dalamnya tampak kekecilan juga. Yang membuat
penis Joko berdiri tegak adalah vagina atau tempek Dina yang mengecap di
celana dalamnya.
Joko yang menyaksikan pemandangan
super indah itu, tidak mampu menahan nafsunya lagi dan langsung menerkam
tubuh Dina sampai mereka jatuh berdua di atas kasur. Tangan Joko tanpa
disuruh langsung menerkam sepasang buah melon yang mengacung tegak itu
dengan rakusnya.
“Ahh….masss….sabar……Mas
Andi…aaaaaaaahh..”,Dina menjerit ketika Joko menurunkan branya sedikit
dan menyapu puting susu Dina yang sudah mengeras seperti kerikil dan
berwarna merah muda itu dengan lidahnya.
Tidak puas hanya dengan menjilati
putingnya, Joko juga menggigitnya keras-keras dan menariknya ke atas
puting kanan Dina sampai Dina kelojotan dan kakinya yang jenjang montok
serta putih mulus itu sontak langsung menghentak-hentak tidak karuan di
atas kasur. Ternyata ini rasanya putting susu wanita cantik bahenol yang
diminati oleh penduduk desa, Joko terkekeh karena hanya dia yang
beruntung diberi kesempatan untuk melahapnya tanpa pembatas sama sekali.
(Joko….Joko aku ya kepingin Jok). Dina yang telah terbawa nafsunya
sendiri itu hanya bisa memeluk dan meremas-remas rambut Joko ketika tua
bangka itu menyusu di apit oleh dua buah melon raksasa yang siap
meledak. Dengan satu gigitan dan tarikan di puting kiri Dina, Dina
melenguh panjang,
”Aaahhaahhhh….Mas Andi susuku mas!!”
Betapa kagetnya Joko ketika dari ujung puting Dina yang berwarna merah
muda itu memancar cairan berwarna putih susu dan ketika Joko menjilatnya
tepat di ujung puting Dina, cairan berasa agak manis seperti susu sapi.
“Din….kok?…”,Joko menirukan suara Andi kebingungan.
“Iya Mas…aah…aku memangh .. kayak
gini, kata..ahhn..dokter…kelainan..ah…bawaan ….dari….ibuku Mas….ahhhn”,
jawab Dina sambil berusaha menenangkan gejolak birahinya.
“Jadi Ibumu juga kayak gini? Meskipun bukan masa menyusui?” tanya Joko penasaran.
“Iya mass….ahhn…” jawab Dina.
Betapa beruntungnya aku sudah dapat
melon besar bisa ngeluarin susu lagi, pikir Joko nakal. Dengan segera
Joko segera menyucup puting kanan Dina untuk menghisap susu yang keluar
darinya, dengan memelintir-melintir puting yang sebelah kiri dengan
tangan kanan Joko. Setelah puas menghisap putting kanan dan putting kiri
Dina sampai susu yang memancar hanya tinggal sedikit, tangan Joko
segera bergerilya di bagian perut Dina sambil mengelus-elus perutnya
yang rata.
“Aaaah….Maassss…aku..aku..”,desah Dina.
Tidak berapa lama tubuh Dina
melenting menekuk ke atas membentuk busur panah ke arah Joko, sambil
terdengar “suara crrrt….crrr….ceerrr….aaaahhh…ooohh”, tampaknya Dina
mencapai orgasmenya yang pertama. Badannya yang melenting ke depan
semakin menyodorkan payudaranya yang tegak menantang ke arah Joko.
Terlihat oleh Joko, payudara Dina sampai terlihat urat-urat berwarna
kehijauan di kulit payudaranya yang putih bersih bak pualam tanpa cacat.
Tidak menyia2kan kesempatan ini Joko langsung menggigit dan menarik
keras-keras puting sebelah kanan Dina sampai Dina mengembik sambil
menangis,
” Maaaasssss…..oooohhhhhhnn..aahhhh..maaaasss”.
Joko benar-benar menjadi gila karena
tubuh Dina yang terlalu sexy ini. Tangan kanan Joko menarik dengan paksa
celana dalam tipis Dina sampai robek, lalu dia memainkan vagina Dina
dengan jari-jari nakalnya. Dicubit-cubitnya daging montok vagina Dina
yang sudah basah akibat orgasme pertamanya tadi,
”Mas…..cukup mas aku barusan…ooohhh…aahhn”.
Ketika jari tengah Joko merogoh-rogoh
isi vagina Dina, Joko merasakan lapisan yang tipis yang membuat jari
tengahnya tidak bisa maju lebih jauh lagi. Joko segera menarik jari
tengahnya dan ganti memelintir butiran sebesar kacang di tengah vagina
Dina.
“Rapet banget tempekmu Din….”, Joko meracau.
Dina sedikit kaget karena tak
biasanya suaminya berkata-kata kasar seperti itu. Sambil melahap mulut
Dina yang menggemaskan, Joko juga menarik dan meremas-remas buah dada
Dina sampai air susunya banyak yang tumpah di sprei kasur. Tidak
berhenti sampai di sana, Joko juga semakin gencar memelintir-melintir
klitoris Dina,
”masss…..cukup…masss….aaahhhhn”,teriak Dina keras.
Setelah 10 menit melakukan pemanasan dengan saling remas dan saling pegang tiba-tiba terdengar lenguhan Dina,
”oooooohhhhh….masssss….massss….aku…..ohhhnnnn”.
Cerrrr cerrt ceerrrrrr cuuurrrr, orgasme kedua melanda Dina dengan
lebih hebat karena cairan bening yang keluar dari vaginanya.
Joko tersenyum menang karena berhasil membuat bidadari yang diinginkan oleh semua orang ini mencapai dua kali orgasme.
Setelah istirahat sebentar, Joko
melihat tubuh Dina yang seolah seperti kehabisan energi akibat badai
orgasme yang menimpanya. Joko segera membuka semua pakaiannya yang dari
tadi masih lengkap digunakannya. Sekerang Joko sudah telanjang bulat
hanya kalung pemberian Mbah Gandrung saja yang masih dikenakannya, dia
mendekati Dina dan segera membalik tubuh Dina untuk membuka kait BH-nya
karena tadi belum dibuka tetapi langsung diturunkan dari bagian
depannya. Setelah seluruh kain yang menutupi bagian tubuh Dina telah
berhasil dilepaskan dari tubuhnya yang bohay. Joko hanya bisa
menggeleng-geleng menyaksikan pemandangan terindah yang pernah ia
saksikan di dunia ini bahkan tubuh Dina ini lebih sexy dari tubuh
istrinya atau bahkan tubuh anak-anaknya yang perempuan ketika seumur
Dina. Intinya Dina benar-benar menjadi bidadari yang telah datang di
hidup Joko dan kabar baiknya adalah Joko berhasil menguasai tubuh bohay
bahenolnya itu. Setelah hampir 2 menit beristirahat, Joko mengacungkan
penisnya yang sedari tadi telah tegak menantang mengacung kedepan
berukuran 18 cm dan diameter 5 cm. Dina yang telah telanjang bulat dan
baru bangun dari pingsan akibat orgasme dua kali segera berdiri dari
kasur dan tanpa perlu diperintah langsung berlutut di depan penis Joko
yang mengacung tegak. Dengan lembut Dina mulai membelai batang Joko,
”Sudah gak tahan yaa mas??”,goda Dina ketika mengelus-elus batang penis Joko sambil matanya menatap ke aarah Joko.
Melihat pemandangan ini saja rasanya
penis Joko sudah ingin memuntahkan muatannya sesegera mungkin, tetapi
mungkin karena 3 butir telur dan susu yang dia minum tadi pagi membuat
staminanya berlipat. Dina memulai blowjobnya dengan menjilati ujung
penis Joko yang hitam legam, betul-betul pemandangan yang kontras penis
yang berwarna hitam legam dijilat oleh bibir berwarna merah muda
walaupun tanpa menggunakan lipstick.
“aaah…ohhh….enakk…seponganmu”,
ceracau Joko ketika Dina mulai memasukkan batang penis Joko ke dalam
mulutnya sampai membuat pipinya menggelembung ketika kepala penisnya
menyentuh dinding rongga mulut Dina.
Cep cep suuurp suurp cu ceep
terdengar di dalam kamar yang hanya dihuni oleh dua insan beda usia itu.
Dina sibuk merogoh-rogoh vaginanya sendiri dengan jari tangannya yang
lentik ketika dengan semangat menyepong suami palsunya itu. Joko tertawa
penuh kemenangan sambil tangannya menarik rambut panjang hitam Dina
yang sedang sibuk menghisap “tongkat satpam” milikknya. Joko serasa
telah menaklukan dunia ketika melihat wanita terhormat istri dari
seorang tentara yang bahenol dan bohay berlutut di hadapannya sambil
menghisap penisnya yang bau dan hitam. Dina melakukan blowjob penuh
kelembutan kepada Joko selama hampir 5 menit, sampai Joko melenguh,
”oo..ooo.ooo…Dina…sepongmu”
Joko memaju mundurkan pinggangnya semakin cepat sambil memegangi kepala
Dina semakin erat sampai akhirnya Joko menusukkan penisnya dalam-dalam
hingga mencapai kerongkongan Dina yang membuat mata Dina yang jernih
melotot sebesar-besarnya ketika sperma Joko menyembur banyak sekali
masuk ke dalam rahimnya. Sperma Joko ditelan seluruhnya oleh Dina tanpa
ada yang meluber keluar. Dua insan ini tampak terengah-engah kecapaian
kehabisan energi setelah bersama-sama merasakan puncak nirwana.
Perlahan-lahan Joko menarik penisnya keluar dari mulut Dina, sensasi
yang luar biasa ketika kepala penis Joko bergesekan dengan gigi Dina
bagian dalam ketika Joko berusaha mengeluarkan penisnya yang telah masuk
terlalu dalam ke kerongkongan Dina. Setelah keluar dari mulut Dina
seluruhnya, Dina tidak lupa menjilati sisa-sisa sperma yang masih
menempel di penis Joko sampai penisnya kembali bersih mengkilat.
Setelah puas dengan sepongan, wanita bohay dan bahenol itu diangkat oleh Joko untuk telentang di kasurnya yang empuk.
“masss…pelan-pelan mas..” rintih Dina.
Joko hanya terkekeh telah menguasai
wanita cantik itu. Dengan perlahan Joko membuka paha Dina yang dari tadi
selalu ditutupi oleh tangannya.
“Ayo Din jangan malu malu….masak sama suami sendiri malu” bisik Joko menirukan suara Andi.
Dina yang mendengar hal itu segera
membuka sendiri kakinya secara perlahan-lahan sampai akhirnya terbuka
seluruhnya segala sesuatu yang disembunyikan oleh Dina dan yang
sehrusnya hanya untuk suaminya itu. Tak terasa air liur Joko menetes
dari mulutnya ketika menyaksikan vagina Dina yang terbuka lebar berwarna
merah muda dan terlihat masih sangat rapat. Vagina yang berwarna merah
muda itu dipadu dengan rambut-rambut halus yang tertata rapi sehingga
membentuk huruf V.
“Indah sekali vaginamu Din, aku suka”, goda Joko menirukan Andi.
Dina tersenyum malu sekaligus senang
karena suaminya memujinya walaupun yang ada di hadapannya adalah
tetangganya sendiri. Tanpa menunggu lama Joko segera menerkam vagina
mungil imut montok milik Dina. Dijilat-jiltnya bibir bawah wanita bohay
itu sampai Dina mulai bergerak tak beraturan. Dikait-kait dan
digigit-gigitnya bibir vagina wanita muda itu
”ooohhh…ooohhh…massss..kamu….”, Dina
meracau tak karuan. Joko semakin intense(duh duh mulai bahasanya beh
beh) dalam menggigit lembut klitoris Dina, sampai Dina mengangkat
pinggulnya setinggi-tingginya dan tanganya semakin memendamkan kepala
Joko agar semakin menempel di liang peranakannya yang basah itu. Selama
hampir 10 menit sibuk di bagian lubang surgawi akhirnya dengan satu
gigitan dan tarikan kepada klitoris Dina membuat Dina terbang ke
awang-awang sambil mendesah panjang dan menangis kenikmatan,
”Maaasss…kammu….hebattt…massss,aku datang”, Dina meraung sekeras-kerasnya.
Cerrr cerrt crrooort cerrr, kali ini
Dina orgasme yang ketiga kalinya dan tak lupa bagi Joko untuk meminum
dan menghisap saripati dari wanita cantik ini sampai habis. Karena Joko
memiliki kepercayaan bahwa siapa saja yang berhasil menghisap cairan
vagina perawan akan membuat hidupnya awet muda. Setelah membuat Dina
mencapai wilayah nirvana sebanyak tiga kali, tidak lupa Joko ingin
menandai daerah kekuasaannya dengan membuat cupangan-cupangannya di
sekitar tubuh Dina yang sedang tidak sadarkan diri. Cupangan-cupangan
yang berbekas merah di bagian bulatan pantat Dina yang putih, di bagian
leher, bagian punggung, dan tidak lupa bagian payudara melon yang di
buatkan cupangan paling besar berwarna merah.
Joko melihat Dina yang telah lemas
tak berdaya tetapi masih bangun dengan matanya yang sayu seakan-akan
meminta Joko untuk meneruskan permainannya. Joko menangkap sinyal-sinyal
itu dari Dina dan mulai memasang posisi kuda-kudanya. Dia menempatkan
tubuhnya di antara kedua kaki montok putih mulus Dina yang selama ini
hanya bisa dia lihat dari dalam rok panjangnya sekarang ada tepat di
depan matanya (ada di depan penisnya lebih tepatnya hehehe).
“Mas…..pelan-pelan ya, ini kan pertama kalinya buat kita berdua mass….”, kata Dina lirih.
Joko kaget seperti tersengat mendengar kata-kata Dina barusan,
“pertama kali? buat kita berdua?”, ini berarti Dina dan Andi belum pernah ngentot sebelumnya, ini berarti Dina masih perawan.
Betapa berbunga-bunganya hati Joko mengetahui hal ini.
“Aku yang akan pertama kali menjebol tempekmu sayang…”, gumam Joko kepada Dina.
“Iya massss….jebol aku….massss…….ohhhnn”, jawab Dina yang telah terbawa nafsunya sendiri.
Dalam hati Joko berkata, ”maafkan aku
kepala desa, maafkan aku para remaja dan sesepuh desa, maafkan aku
anak-anak desa, dan yang terakhir maafkan aku Andi,aku yang akan
menghamili wanita bohay bahenol ini hehehehe”.
“Din, kamu sekarang dalam masa subur kan?”,tanya Joko lembut.
Dina hanya mengangguk sambil
tersenyum sambil sedikit air mata mengalir dari pelupuk matanya.
Baiklah, dengan perlahan-lahan Joko mulai mendorong penisnya yang
menempel di bibir vagina Dina. Dengan satu dua dorongan belum dapat
menembus dinding keperawanan itu.
“Ahhh…massss….pelan..”,rintih Dina
sambil melihat ke arah vaginanya yang berusaha ditembus oleh penis
tetangganya sendiri yang sudah tua dan buruk rupa.
Joko memegangi kedua pergelangan kaki
Dina kuat-kuat agar dia tidak sampai meloncat kesakitan ketika
dindingnya jebol. Dorongan ketiga berhasil memasukkan kepala penis Joko
ke dalam ujung dinding vagina Dina tetapi belum menembus selaput
pelindungnya. Joko menarik sementara penisnya keluar kemudian meludahi
vagina Dina dengan air liurnya untuk memperlancar gesekan yang terjadi
antara penis dengan vagina Dina, kemudian Joko memasukkan kembali
penisnya. Dengan dorongan yang agak kuat, disertai rintihan Dina,
“mmasssss………..Aaaandi……..Sakiiiittt
massss…sakiittt.”,teriak Dina. Joko hanya tersenyum penuh kemenangan
menyaksikan hal itu dan dengan sekali sentak PLASSSS CLEEEB!!
Tidak lama kemudian darah segar
mengalir menuruni batang penis Joko yang masih menancap di dalam liang
surgawi Dina. Joko sengaja mendiamkan tubuhnya sementara sambil
menikmati pijatan-pijatan yang dilakukan oleh dinding vagina Dina yang
masih rapat. Dina menangis sekeras-kerasnya saat penis Joko berhasil
menjebol gawang dan merasakan first blood Dina.
“Mas Andi jahat…..huuu….hiks….huuuu….hiks…..”,tangis Dina.
Joko tersenyum terkekeh berhasil memerawani wanita yang hanya bisa diimpi-impikan oleh warga desanya itu.
Tidak perlu berlama-lama, Joko mulai
menggoyang penisnya dengan gerakan yang semakin cepat dan semakin cepat
membuat Dina tambah berteriak-teriak dan menggelinjang-gelinjang tak
tentu arah. Joko menusukkan penisnya sampai mentok ke dasar rahim Dina
yang paling dalam.
“aaaahhhh…massss….perutku…..ahhhnnnn”, lenguh Dina.
Joko menarik penisnya sampai hampir
kepala penisnya saja yang di dalam vagina Dina tetapi dengan sekali
sentak langsung membenamkan kembali di dasar rahim Dina sampai membuat
mata Dina yang sayu lagi jernih itu membeliak ke atas menahan gelombang
kenikmatan yang menderanya. Setelah puas menggenjrot Dina dalam posisi
standar ini selama kurang lebih 5 menit,
“Masss…..cukup……aku…..kel….ahnnn”, jerit Dina tak karuan.
Lalu dengan sekali sodokan penis Joko sedalam-dalamnya terdengar creeeet cerrre crooorrr,
”aaahhhhhhh…..masssss……..enak….”, teriak Dina puas.
Joko segera merasakan cairan vagina
Dina mengalir melewati batang penisnya yang masih menancap di belahan
vagina Dina. Bosan dengan gaya yang standar, Joko dengan gerak cepat
meremas payudara Dina yang semakin mengeras layaknya kulit buah melon
dan segera menarik putingnya keras-keras saking kerasnya Joko menarik
puting Dina sampai merintih menahan nyeri
”aaahh…mas…pelan-pelan….massss…sakit putingku mas……….”, teriak Dina.
Joko segera membalikkan badan Dina
membelakanginya dan menundukkan badan Dina serta mengatur tangan Dina
untuk bersandar pada meja rias di kamar tidurnya itu. Dengan belaian
lembut Joko mengatur posisi kaki putih mulus Dina untuk mengangkang dan
mengangkat pantatnya tinggi-tinggi. Dina dalam posisi menungging seperti
ini semakin terlihat sexy apalgi pantatnya yang besar dan kencang
seakan tak sabar untuk disodok ditambah buah melon kembarnya yang
menggelantung hebat ke bawah membuatnya semakin menggelora. Dengan
pemandangan yang menggemaskan itu, Joko segera meremas pantant Dina yang
kencang, dan langsung melesakkan penisnya dalam-dalam ke dalam lubang
kemaluan Dina.
“Ahhhhh…..massss….terussss….massss…terussss”, pinta Dina sambil menoleh ke belakang.
Joko yang melihat hal ini semakin
terbakar nafsunya untuk terus menyodok-nyodok Dina sampai kedalaman yang
paling dasar dari liang peranakannya.
“Oooohhhh…masssssss….terussss…aghhh”, jerit Dina makin keras.
Rambutnya yang hitam panjang melambai
kiri kanan mengikuti gerakan kepalanya yang bergerak kiri kanan tak
beraturan. Joko yang begitu gemas melihatnya langsung menjambak rambut
lembut Dina itu dan menariknya sampai kepala Dina mendongak ke atas
dengan mulut terbuka menganga.
Dengan semangat menggebu-gebu Joko
berusaha meresap kenikmatan sedalam-dalamnya dari vagina Dina. Tiba-tiba
Dina melenguh panjang,
”Oooohhh……massss…..aku…..kel….”
crettt crrreerr ccrrrooot, Joko kembali tersenyum penuh kemenangan
ketika Dina kembali orgasme untuk yang ke 4 kalinya.
Setelah dibawa terbang sampai ke
awang-awang oleh Joko, tubuh Dina terasa berat dan langsung ambruk
sambil membelakangi tubuh Joko, puting susunya kembali menumpahkan
butiran-butiran laktat yang memancar deras dibarengi gelombang orgasme
yang melanda Dina. Penis Joko yang hampir meledak untuk mengeluarkan
muatannya tidak tertahankan lagi meminta untuk segera mencari
pelampiasan. Dengan terburu-buru Joko segera mengangkat tubuh Dina ke
atas kasur. Dan kembali menghujam-hujamkan penisnya yang telah tegak
maksimal itu ke dalam liang peranakan Dina,
“Aauuuu….massss…..hamili…..aku mas Andi, aku…ak…..mau anakmu…”, jerit Dina yang tengah dilanda nafsu birahi.
Dengan senang hati, pikir Joko,
dengan kecepatan yang semakin meningkat dalam menggenjot tempek Dina
itu, tiba-tiba Joko melenguh panjang dan segera menjebloskan penisnya ke
dalam rahim yang paling dasar dari vagina Dina sampai mentok. Dina
mengalungkan kakinya mengapit pantat Joko untuk memasukkan benihnya
dalam-dalam ke rahimnya.
“aaahhhhh….terima benihku lonnntteeee…”,teriak Joko.
“Hamili aku massssss
And……AAAAHHHHHHHHH….ooooooohhHHHHNNN..”, teriak Dina yang telah dibakar
nafsu tidak memperhatikan perkataan kasar suami palsunya itu.
Akhirnya … Crottt cruut spuurrt
spuurtt spussrs blruuussssssssss. Sperma Joko memenuhi rahim Dina sampai
tumpah mengalir keluar melewati paha mulus Dina. Puas sekali Joko
berhasil menyetubuhi Dina sampai menggelepar keenakan. Dina tidak
sadarkan diri dan langsung pingsan disertai orgasmenya yang ke 5. Selagi
pingsan, payudaranya yang indah menantang tetap memancarkan air susu
yang melimpah sehingga membuat Joko yang juga terlihat lelah segera
tidur di samping Dina sambil sesekali meminum susu gratis bergizi itu,
maklum ASI sekarang jarang dinikmati orang tua hehehehe. Kedua insan
beda usia dan beda status itu tidur bersama saling berpelukan tak terasa
sampai petang. Joko yang bangun terlebih dahulu dari tidur nikmatnya,
kaget melihat Dina masih tidur di sampingnya dengan tentram. Tubuhnya
yang putih sexy bohay dan bahenol sekarang penuh dengan
cupangan-cupangan, dari vaginanya yang telah terkoyak mengalir sperma
Joko setetes demi setetes karena saking banyaknya sperma yang
disemburkan oleh Joko junior. Joko begitu bangga dengan pemandangan ini,
dimana dia akhirnya berhasil ngentot dengan primadona desa dan semoga
berhasil menghamilinya. Joko ingin melihat bagaimana reaksi Andi bila
melihat perut istrinya yang tadinya rata menjadi buncit karena ulah
kakek tua buruk rupa yang bejat ini hehehehe, membayangkannya saja
membuat Joko ingin tertawa terbahak-bahak tetapi ia takut nanti
membangunkan Dina yang akan menjadi budaknya untuk selamanya. Tidak mau
membuat istri Joko di rumah khawatir, Joko segera bangkit dan
membersihkan noda cairan dan darah di batang penisnya setelah itu ia
memakai baju lengkap dan tidak lupa mengecup bibir dan putting Dina
sebelum ia keluar dari kamar Dina. Ketika ia keluar dari kamar Dina,
Joko tidak langsung pulang ke rumahnya tetapi melihat-lihat isi rumah
pengantin baru itu. Setelah beberapa lama melihat-lihat isi rumah itu
dan tak sengaja Joko membuka satu lemari yang isinya benar-benar tak
terduga. Isinya adalah baju-baju sexy seperti stocking hitam yang
menyatu dengan baju dalam perempuan, baju renang super sexy, rok mini,
bikini super mini, dan masih banyak yang lain. Kelihatannya Dina
mengoleksi pakaian ini untuk menyenangkan si Andi ketika pulang nanti
hehehehe beruntung sekali Andi memiliki istri yang sudah sexy baik lagi.
Setelah melihat isi lemari pakaian itu Joko segera memikirkan apa
rencana yang akan ia lakukan kepada Dina selanjutnya sambil melnagkah
menuju rumahnya sendiri. Akal Joko benar-benar telah dirasuki iblis saat
ini.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda